Sukses

Kehadiran Posyandu Kesehatan Jiwa Nusa Indah di Banjarnegara Bikin ODGJ Terbantu

Orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Kecamatan Wanadadi, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah kini memiliki kesempatan untuk melakukan perawatan kejiwaan di Posyandu Kesehatan Jiwa Nusa Indah.

Liputan6.com, Jakarta - Orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Kecamatan Wanadadi, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah kini memiliki kesempatan untuk melakukan perawatan kejiwaan di Posyandu Kesehatan Jiwa Nusa Indah.

Ini merupakan posyandu kesehatan jiwa pertama di kecamatan tersebut tepatnya berada di Desa Lemahjaya.

Posyandu kesehatan jiwa merupakan bentuk kepedulian agar orang dengan masalah kesehatan (ODMK) dan orang dengan gangguan jiwa dapat mengelola kehidupannya dengan lebih baik. Upaya pendiriannya disebut sebagai bentuk penanganan permasalahan sosial dengan pendekatan berbasis masyarakat.

Kegiatan di posyandu pun dipandu oleh perawat dan kader desa yang telah dilatih terkait kesehatan jiwa.

Posyandu ini berdiri dengan dukungan dari Kementerian Sosial RI melalui Sentra Satria Baturraden bersama Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPA) Banjarnegara.

"Kesehatan jiwa menjadi salah satu isu yang menarik karena tanpa dukungan keluarga dan masyarakat, mereka susah untuk pulih,” kata Kepala Sentra Satria Baturraden, Darmanto mengutip keterangan pers, Selasa (8/11/2022).

“Posyandu kesehatan jiwa ini merupakan media untuk membantu, tidak hanya orangnya saja tetapi juga mempersiapkan keluarganya untuk menerima mereka kembali. Dan Desa Lemahjaya menjadi pioneer,” tambahnya.

Selain melayani masalah kesehatan termasuk kesehatan jiwa, menurut Kepala Dinsos PPA Banjarnegara Noor Tamami, posyandu ini juga memberikan layanan dan edukasi soal respons kebencanaan.

2 dari 4 halaman

Dapat Respons Positif

Sementara itu, Perawat Puskesmas Wanadadi, Kasih Wulandari, menyampaikan bahwa setiap kegiatan yang diadakan posyandu kesehatan jiwa memperoleh respons positif dari pemerlu pelayanan kesehatan sosial (PPKS) maupun keluarganya.

"Setiap kegiatan, biasanya mereka datang didampingi oleh keluarga. Mereka diberikan pelatihan self care termasuk perawatan diri sehari-hari, pemeriksaan kesehatan, pendampingan minum obat, edukasi kepada keluarga, serta kunjungan rumah. Saat ini sudah ada 21 ODGJ yang mengikuti kegiatan ini,” ujar perawat yang karib disapa Ndari.

Ketika mencoba berinteraksi dengan PPKS yang mampu berkomunikasi dengan cukup baik, mereka merasa senang dengan adanya posyandu kesehatan jiwa. Bahkan sekarang PPKS yang sudah membaik mulai dilatih untuk menjadi kader sehingga dapat memotivasi teman-temannya yang lain.

"Saya sudah 10 tahun minum obat. Sehari-hari saya tukang parkir. Saya senang ada tambahan kegiatan di sini (posyandu kesehatan jiwa),” kata D (41).

3 dari 4 halaman

Penyaluran Bantuan

Dalam kegiatan di posyandu, sempat pula dilakukan penyaluran bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) berupa pemenuhan kebutuhan pokok dan perlengkapan rawat diri kepada 30 pemerlu pelayanan kesejahteraan sosial. PPKS ini terdiri dari ODGJ, lanjut usia (lansia), dan penyandang disabilitas.

Posyandu kesehatan jiwa menjadi salah satu pelayanan sosial yang komprehensif. Selain sebagai pencegahan dan mengurangi resiko seseorang mengalami gangguan kejiwaan, di dalamnya juga mengandung unsur pemberdayaan.

Hal tersebut menjadi poin penting yang sejalan dengan tujuan rehabilitasi sosial yaitu mengembalikan keberfungsian sosial PPKS, ujar Darmanto.

4 dari 4 halaman

Transisi Layanan Kesehatan Jiwa

Pengembangan layanan kesehatan jiwa juga diupayakan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Program kesehatan jiwa di Indonesia sebelumnya berfokus pada tindakan kuratif dan rehabilitatif. Kini, fokus tersebut mulai bertransisi menjadi promotif dan preventif.

Hal ini disampaikan Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat, Kementerian Kesehatan Maria Endang Sumiwi dalam Global Mental Health Summit yang diadakan pada 13-14 Oktober 2022 di Roma, Italia.

“Dalam agenda transformasi layanan primer, Kementerian Kesehatan menekankan aksi promotif dan preventif yang lebih kuat,” ujar Endang, mengutip keterangan pers, Minggu (16/10/2022).

“Program kesehatan jiwa kami bertransisi dari kuratif dan rehabilitatif berbasis fasilitas menjadi mempromosikan kesehatan jiwa, meningkatkan deteksi dini dan pencegahan, serta manajemen kasus yang lebih baik di tingkat pelayanan primer,” tambahnya.

Senada dengan Kemensos, Kemenkes juga mengupayakan inovasi di level puskesmas. Misalnya memberdayakan penyandang gangguan jiwa yang sudah pulih, sehingga mereka bisa mandiri dan produktif.

Promosi kesehatan jiwa di masyarakat dilakukan melalui posyandu yang dibantu oleh para kader kesehatan masyarakat. Promosi kesehatan jiwa juga dilakukan melalui upaya kesehatan sekolah.

Sedangkan di tingkat kabupaten kota dan provinsi, telah dibentuk Tim Pelaksana/Pengarah Kesehatan Jiwa Masyarakat (TPKJM). Tim ini bertugas sebagai wadah koordinasi untuk pelaksanaan program kesehatan jiwa masyarakat sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Kesehatan Jiwa tahun 2014.

Tim tersebut terdiri dari berbagai lini kementerian, organisasi profesi, dan perwakilan masyarakat yang memiliki peran strategis dalam upaya kesehatan jiwa.