Sukses

Tubuh Punya Hak untuk Sehat, Islam Ajarkan Cara Menjaga dan Mensyukurinya

Dalam ajaran Islam, hak hidup melahirkan konsekuensi terhadap perlindungan hak atas tubuh atau disebut haqqul jasad. Yaitu berupa hak-hak yang wajib dipenuhi oleh pemilik jasad.

Liputan6.com, Jakarta Menjaga kesehatan adalah bagian dari kewajiban umat Islam karena termasuk dalam pemenuhan hak tubuh.

Dalam ajaran Islam, hak hidup melahirkan konsekuensi terhadap perlindungan hak atas tubuh atau disebut haqqul jasad. Yaitu berupa hak-hak yang wajib dipenuhi oleh pemilik jasad.

Artinya, jika tubuh perlu asupan makanan dan minuman maka penuhi asupannya. Jika tubuh perlu istirahat maka beristirahatlah. Jika tubuh butuh bersih dan bugar maka sucikan dan bersihkan.

“Jika tubuh terdapat sakit dan luka maka berobatlah,” tulis Dosen UIN Sultan Maulana Hasanuddin, Banten, M. Ishom el-Saha di laman Kementerian Agama (Kemenag) dikutip Jumat (31/1/2025).

Dalam hadits yang diriwayatkan Abdullah bin Amru ra. Rasulullah SAW telah bersabda:

إن لجسدك عليك حقّاً!

Artinya: “Sesungguhnya di dalam tubuhmu terdapat hak yang wajib kamu penuhi,” (HR. Bukhari-Muslim).

Merawat dan menjaga hak-hak tubuh sangat penting untuk kelangsungan hidup manusia. Dengan anggota tubuh yang dimiliki inilah maka kita dapat berpikir, berinovasi, berusaha, dan bekerja, serta beribadah kepada Allah SWT. Tentu saja supaya berfungsi secara maksimal maka tubuh harus sehat.

Sehat merupakan prasyarat yang wajib untuk memelihara hak hidup manusia, termasuk prasyarat yang wajib untuk menjaga pelaksanaan perintah agama. Itu sebabnya Imam Ghazali dalam kitab-nya yang berjudul “Al-Iqtisad fil I’tiqad” berpendapat:

لا يتوصّل إليه إلا بصحّة البدن وبقاء الحياة

Artinya: “Seseorang tidak akan sampai menjalankan ajaran Allah terkecuali dirinya dalam kondisi sehat badan dan masih bernyawa.”

Promosi 1
2 dari 4 halaman

Kesehatan Tak Ternilai Harganya

Betapa pentingnya hidup sehat sehingga ajaran Islam telah menempatkannya pada posisi yang penting sesudah iman, yang wajib dimiliki oleh tiap-tiap manusia.

Sebuah hadits yang diriwayatkan dari Abu Bakar menyebutkan bahwa Rasulullah SAW telah bersabda:

لم يُؤْتَ أحدٌ بعد اليقين خيراً من المعافاة

Artinya: “Tidak diberikan kepada manusia sesuatu yang lebih bernilai daripada keyakinan. Ya itulah kesehatan” (HR. Ibnu Majah).

3 dari 4 halaman

Pesan Rasulullah tentang Jaga Kesehatan

Mengingat kondisi sehat sangat dibutuhkan manusia, Rasulullah SAW pernah berpesan, terutama jika sedang sakit:

"يَا عِبَادَ اللَّهِ تَدَاوَوْا، فَإِنَّ اللَّهَ لَمْ يَضَعْ دَاءً إِلا وَضَعَ لَهُ شِفَاءً إلا السام"

Artinya: “Wahai para hamba Allah, berobatlah, sesungguhnya tidak akan menurunkan penyakit melainkan Allah juga akan menurunkan obatnya, kecuali pikun,” (HR. At-Tirmizdi).

Sayangnya, lanjut M. Ishom, tidak sedikit di antara manusia yang kurang peduli dengan hidup sehat. Banyak yang menyia-siakan nikmat kasehatan. Padahal, sehat merupakan nikmat yang tiada tara nilainya sesudah iman.

“Oleh sebab itu syukurilah kesehatan yang kita dapatkan sebagai nikmat Allah yang luar biasa besar faidah dan manfaatnya.”

4 dari 4 halaman

Manfaat Jaga Hidup Sehat

Secara teologis, sekurang-kurangnya ada dua manfaat menjaga hidup sehat. Pertama, orang yang menjaga pola hidup sehat digolongkan sebagai kelompok yang mensyukuri nikmat Allah (asy-syakirin), sebaliknya bukan termasuk golongan yang menyepelekan nikmat Allah SWT.

Dalam hal ini Rasulullah SAW pernah menyinggung ada dua nikmat yang sering disepelekan manusia. Dari sahabat Ibnu Abbas r.a. Rasulullah SAW bersabda:

نعمتان مغبون فيهما كثير من الناس، الصحةُ والفراغ

Artinya: “Ada dua nikmat yang diabaikan oleh kebanyakan umat manusia, yaitu nikmat sehat dan nikmat masih senggang,” (HR. Imam Bukhari).

Padahal orang-orang yang bersyukur maka akan ditambah nikmatnya oleh Allah. Sementara orang-orang yang kufur nikmat, termasuk menyepelekan nikmat maka akan mendapat balasan yang setimpal langsung dari Allah SWT.

Kedua, manusia yang menjaga kebugaran tubuhnya dan menjaga kesehatan jasmani dan rohaninya maka akan sukses dalam kehidupannya. Diriwayatkan dari Abdullah bin Muhson al-Ansari langsung dari ayahnya, bahwa Rasulullah SAW bersabda:

«من أصبح منكم معافىً في جسده، آمناً في جسده، آمناً في سربه، عنده قوت يومـه، فكأنما حيِزَت له الدنيا»

Artinya: Barangsiapa di antara kalian bangun dalam keadaan sehat badannya, selamat badannya, sehat lingkungan perkawanannya maka ia mendapat rezeki selama hidupnya seolah-olah dunia telah menjadi miliknya” (HR. Ibnu Majah).

Selanjutnya: Kesehatan Tak Ternilai Harganya