Sukses

Niat Zakat Fitrah untuk Istri Arab, Latin, dan Arti: Pahami Ketentuannya

Pahami bacaan niat zakat fitrah untuk istri dalam Arab, Latin, dan artinya, serta ketentuan dan tata cara pembayarannya menjelang Idul Fitri.

Liputan6.com, Jakarta - Menjelang Idul Fitri, setiap Muslim memiliki kewajiban membayar zakat fitrah, termasuk untuk istri. Zakat fitrah ini bukan hanya membersihkan diri dari dosa kecil selama Ramadan, tetapi juga wujud kepedulian sosial. Memahami niat zakat fitrah untuk istri, baik bacaan Arab, Latin, maupun artinya, sangat penting agar ibadah diterima Allah SWT.

Kewajiban membayar zakat fitrah untuk istri merupakan tanggung jawab suami. Ini menunjukkan kasih sayang dan kepedulian suami terhadap istrinya. Kejelasan niat dan pemahaman tata cara pembayaran zakat fitrah akan memastikan ibadah sah dan bernilai di mata Allah SWT.

Artikel ini akan membahas tuntas niat zakat fitrah untuk istri, termasuk bacaan Arab, Latin, dan artinya. Kita juga akan membahas cara menghitung zakat fitrah untuk istri, siapa yang bertanggung jawab jika istri berpenghasilan, dan mengapa suami wajib membayarnya.

Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya, Senin (24/3/2025).

Promosi 1
2 dari 5 halaman

Niat Zakat Fitrah untuk Istri

Melansir dari Baznas, bacaan niat zakat fitrah untuk istri adalah:

Arab: ﻧَﻮَﻳْﺖُ أَنْ أُﺧْﺮِﺝَ زَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻦْ ﺯَﻭْﺟَﺘِﻲْ ﻓَﺮْﺿًﺎ ﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

Latin: Nawaitu an ukhrija zakaatal fithri 'an zaujatii fardhan lillaahi ta'aalaa.

Arti: Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk istriku, fardu karena Allah Ta'ala.

Niat zakat fitrah untuk istri, seperti niat zakat fitrah lainnya, dapat dilafalkan dalam hati. Namun, melafalkannya secara lisan lebih dianjurkan untuk memperkuat keikhlasan. 

Waktu yang tepat untuk melafalkan niat adalah ketika hendak membayar zakat fitrah, baik itu sebelum atau sesudah menghitung jumlah zakat yang harus dibayarkan. Hal ini berdasarkan pemahaman bahwa niat merupakan bagian integral dari ibadah zakat fitrah.

Waktu pembayaran zakat fitrah sendiri memiliki beberapa kategori berdasarkan tuntunan syariat, melansir dari baznas.jogjakota.go.id. Waktu diperbolehkan (jawaz) adalah sejak awal bulan Ramadan. Waktu wajib dimulai sejak terbenamnya matahari pada malam hari raya Idul Fitri.

Waktu utama (afdhal) adalah pagi hari raya Idul Fitri sebelum berangkat salat Id. Waktu makruh adalah setelah salat Id, namun tetap sah. Waktu haram adalah setelah terbenamnya matahari pada hari raya Idul Fitri, hukumnya haram dan dianggap sedekah biasa.

Meskipun niat dapat dilakukan di dalam hati, melafalkannya secara lisan dianjurkan untuk memperkuat keikhlasan dan kekhusyukan dalam beribadah.

3 dari 5 halaman

Cara Menghitung Zakat Fitrah untuk Istri

Melansir dari berbagai sumber, besaran zakat fitrah umumnya setara dengan 2,5 kg atau 3,5 liter makanan pokok (beras, gandum, kurma, atau makanan pokok lainnya sesuai kebiasaan setempat) per orang. Zakat fitrah juga dapat dibayarkan dalam bentuk uang tunai dengan nilai yang setara dengan harga makanan pokok tersebut.

Rumus perhitungannya adalah: Jumlah orang yang wajib dizakati x harga makanan pokok per kg/liter. Misalnya, jika harga beras per kg adalah Rp 15.000 dan Anda wajib membayar zakat untuk istri, maka zakat fitrah untuk istri adalah Rp 15.000 x 2,5 kg = Rp 37.500.

Contoh Perhitungan Zakat Fitrah

Contoh 1: Suami tanpa anak

Suami berencana membayar zakat fitrah untuk dirinya dan istrinya. Harga beras per kg adalah Rp 15.000. Maka perhitungannya adalah (2 orang x 2,5 kg x Rp 15.000) = Rp 75.000.

Contoh 2: Suami dengan satu anak laki-laki

Suami akan membayar zakat fitrah untuk dirinya, istri, dan satu anak laki-laki. Harga beras per kg tetap Rp 15.000. Perhitungannya menjadi (3 orang x 2,5 kg x Rp 15.000) = Rp 112.500.

Contoh 3: Suami dengan dua anak (laki-laki dan perempuan)

Suami akan membayar zakat fitrah untuk dirinya, istri, dan dua anak (laki-laki dan perempuan). Harga beras per kg masih Rp 15.000. Totalnya menjadi (4 orang x 2,5 kg x Rp 15.000) = Rp 150.000.

Contoh 4: Suami dengan tiga anak (semua laki-laki)

Suami membayar zakat untuk dirinya, istri, dan tiga anak laki-laki. Harga beras per kg adalah Rp 16.000. Maka perhitungannya adalah (5 orang x 2,5 kg x Rp 16.000) = Rp 200.000.

Contoh 5: Suami dengan empat anak (dua laki-laki dan dua perempuan)

Suami membayar zakat untuk dirinya, istri dan empat anak (dua laki-laki dan dua perempuan). Harga beras per kg adalah Rp 17.000. Maka perhitungannya adalah (6 orang x 2,5 kg x Rp 17.000) = Rp 255.000.

4 dari 5 halaman

Siapa yang Perlu Bayar Zakat Fitrah Istri Jika Istri Berpenghasilan?

Meskipun istri memiliki penghasilan, suami tetap berkewajiban membayar zakat fitrah untuk istrinya. Hal ini didasarkan pada tanggung jawab suami sebagai kepala keluarga dalam memenuhi kebutuhan agama bagi keluarganya.

Suami tetap bertanggung jawab atas nafkah lahir dan batin istrinya, termasuk kewajiban zakat fitrah, dilansir dari BMH (BAITUL MAAL HIDAYATULLAH) dan sumber lainnya.

Kewajiban suami membayar zakat fitrah untuk istri tidak gugur meskipun istri juga mampu membayar sendiri. Ini merupakan bentuk tanggung jawab suami dan kasih sayang dalam keluarga. Istri boleh membayar zakat fitrahnya sendiri, namun hal tersebut tidak mengurangi kewajiban suami untuk membayar zakat fitrah untuk istrinya.

Surah Al-Bayyinah Ayat 5

وَمَآ أُمِرُوٓا۟ إِلَّا لِيَعْبُدُوا۟ ٱللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ ٱلدِّينَ حُنَفَآءَ وَيُقِيمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَيُؤْتُوا۟ ٱلزَّكَوٰةَ ۚ وَذَٰلِكَ دِينُ ٱلْقَيِّمَةِ

Artinya: "Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus."

Dalam Islam, terdapat prinsip pembagian tanggung jawab dalam keluarga. Suami bertanggung jawab atas kebutuhan pokok keluarga, termasuk zakat fitrah. Meskipun istri bekerja dan memiliki penghasilan, suami tetap memiliki kewajiban untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Hal ini juga sejalan dengan ajaran Islam yang menekankan pentingnya kerjasama dan saling mendukung dalam keluarga. Suami dan istri sama-sama bertanggung jawab dalam mengelola keuangan keluarga, namun kewajiban membayar zakat fitrah tetap menjadi tanggung jawab utama suami.

Kesimpulannya, baik istri berpenghasilan atau tidak, suami tetap wajib membayar zakat fitrah untuk istrinya. Ini menunjukkan tanggung jawab dan kepedulian suami sebagai kepala keluarga. Istri juga diperbolehkan membayar zakat fitrahnya sendiri, namun tidak mengurangi kewajiban suami.

5 dari 5 halaman

Mengapa Suami Wajib Membayar Zakat Fitrah untuk Istri?

Kewajiban suami membayar zakat fitrah untuk istri merupakan bagian dari tanggung jawab suami dalam memenuhi kebutuhan agama bagi keluarganya. Ini merupakan bentuk kasih sayang dan kepedulian suami kepada istri sebagai pasangan hidupnya.

Dalam Islam, suami memiliki kewajiban untuk menafkahi istri, baik secara materi maupun non-materi. Zakat fitrah termasuk dalam kebutuhan materi yang menjadi tanggung jawab suami. Ini menunjukkan peran suami sebagai pemimpin dan pelindung keluarga.

Surah Al-A'la Ayat 14 dan 15

قَدْ أَفْلَحَ مَن تَزَكَّىٰ . وَذَكَرَ ٱسْمَ رَبِّهِۦ فَصَلَّىٰ

Artinya: "(14) Sesungguhnya beruntunglah orang yang membersihkan diri (dengan membayar zakat fitrah), (15) dan dia ingat nama Tuhannya (dengan mengumandangkan takbir), lalu dia melaksanakan sholat (Idul Fitri)."

Pembayaran zakat fitrah oleh suami untuk istri juga merupakan wujud dari tanggung jawab suami dalam menjalankan syariat Islam. Zakat fitrah merupakan rukun Islam yang penting, dan suami berkewajiban memastikan keluarganya juga menunaikannya.

Selain itu, pembayaran zakat fitrah oleh suami untuk istri juga merupakan bentuk penguatan ikatan keluarga yang harmonis dan penuh kasih sayang. Ini menunjukkan kepedulian suami terhadap kesejahteraan spiritual dan material istrinya.