Liputan6.com, Jakarta - Calon Wakil Presiden dari Partai Hanura, Hary Tanoesoedibjo, mengakui bahwa kursi-kursi stadion Gelora Bung Karno lokasi digelarnya kampanye akbar Hanura, sepi atau tak dipadati simpatisan.
Namun, ia membantah target 150.000 simpatisan yang hadir tidak tercapai. Kosongnya kursi di dalam arena stadion menurutnya karena simpatisan di tengah acara memilih keluar stadion. Tapi ia menegaskan, simpatisan tidak meninggalkan kampanye namun masih tetap berada di halaman GBK.
"Siapa bilang sepi? Kalau Anda datang di awal, itu penuh. Dari awal penuh, tapi banyak yang keluar memang," ujar pria yang akrab disapa HT itu singkat, usai kampanye, Sabtu (5/4/2014).
Advertisement
Sementara, Ketua Umum sekaligus capres Partai Hanura Wiranto justru menolak berkomentar terkait sepinya simpatisan dalam arena stadion GBK siang tadi. Bahkan, tanpa tanpa mempedulikan pewarta yang mengikutinya, Wiranto berlalu pergi setelah memberikan penyataan singkat.
"Kalian dikasih waktu bertanya di konferensi pers tadi, tidak bertanya. Baru ditanyakan sekarang," ketusnya.
Sesaat sebelum kampanye akbar ini dimulai, GBK sempat terlihat sepi. Banyak simpatisan yang memilih tetap berada di luar stadion GBK meski Wiranto dan Hary Tanoe sudah menuju lokasi kampanye. Beberapa simpatisan terlihat asik menyantap jajanan atau pun hanya sekadar duduk santai di halaman stadion.
Sementara, di dalam stadion sendiri nampak kursi-kursi yang kosong di bagian atas stadion. Hanya beberapa simpatisan dan kader Hanura yang menempati deretan kursi bagian bawah dengan mengenakan kaos berwarna oranye dan putih. (Tanti Yulianingsih)
Baca juga: