Sukses

Santri AKF Hafizh Quran 30 Juz Sanad Mesir dan Raih Sertifikat Cambridge dari Inggris

Hilal mengisahkan, santri yang menyukai dunia IT dan mempunyai cita-cita menjadi relawan kemanusian ini telah melahirkan karya berupa cerpen yang telah diterbitkan dalam sebuah buku berjudul "Ketika Cinta MenyapaMu”.

Liputan6.com, Jakarta - Menjadi santri tidak harus menjadi ustaz atau kiai di masa mendatang. Hal itu telah dibuktikan banyaknya lulusan pesantren yang berprofesi di banyak bidang pekerjaan.

Hal itu salah satunya ditunjukkan oleh Askar Kauny Foundation (AKF) telah melahirkan ratusan santri berkualitas, di antaranya telah menunaikan sanad tahfidz Quran 30 Juz dari Mesir, dan  meraih sertifikat Cambridge ESOL pada level Key English Test (KET) dan Preliminary English Test (PET).

Ustadz Hilal Achmad, Direktur Research And Development, sekaligus pengasuh Ma’had Askar Kauny (MAK) Tarmizi Djosma Cinere mengisahkan salah satu santrinya bernama Erika Clara yang memiliki bakat dan prestasi luar biasa.

"Erika salah satu santri yatim di Ma’had kami. Almarhum ayahnya adalah salah satu karyawan di AKF, beliau telah wafat pada 2018 karena serangan jantung dan Ibunya saat ini bekerja sebagai juru masak di salah satu MAK,” kata Hilal.

Hilal mengisahkan, santri yang menyukai dunia IT dan mempunyai cita-cita menjadi relawan kemanusian ini telah melahirkan karya berupa cerpen yang telah diterbitkan dalam sebuah buku berjudul "Ketika Cinta MenyapaMu”.

"Saya dibuat haru ketika Erika menyelesaikan hafalan terakhirnya pada surat Yasin. Keinginan khusus Erika membacakan surat ini di akhir hafalannya yaitu untuk almarhum ayahnya.” lanjut Hilal.

Saat ditemui langsung, Erika mengatakan bahwa dia tidak mampu menahan rasa haru ketika melafalkan bagian akhir surat Yasin.

"Aku berdoa semoga ayah tenang di alam sana dan dapat melihat Erika menyelesaikan hafalannya.” ujarnya.

 

2 dari 2 halaman

Bekal Santri di Masa Depan

Sementara itu Muhammad Gozali, guru sekaligus pembimbing para santri MAK Tarmizi Djosma Cinere dan 8 Ma'had lainnya di Jabodetabek dalam pembelajaran bahasa Inggris Cambrige ESOL mengatakan bahwa sertifikat kelulusan Cambridge ini jadi keistimewaan dan bekal para santri di masa depan.

"Ini jadi pembeda dengan santri pesantren pada umumnya di Indonesia. Kami semua mendoakan semoga Allah memberikan keistiqomahan dan kemudahan bagi para santri dalam berbuat kebaikan serta menuntut ilmunya. 

"Semoga apa yang telah diraih jadi keberkahan dan amal jariyah bagi kita semua dan Allah memberikan balasan yang terbaik. Aamiin.” ucap Gozali.

Terakhir, Hilal menutup bahwa sudah menjadi komitmen Askar Kauny untuk melahirkan kualitas lulusan yang memiliki standar global seperti Sanad untuk hafalan Al-Qur’an, ESOL Cambridge untuk Bahasa Inggris, dan beberapa standarisasi lainnya untuk IT, serta sertifikasi Tahsin untuk santri dan guru.

Selanjutnya: Bekal Santri di Masa Depan