Liputan6.com, Jakarta - Menyambut musim mudik Lebaran tahun ini, Wuling Motors (Wuling) kembali menghadirkan layanan purna jual bertajuk Tenang Bersama Wuling.
Program ini dirancang untuk memastikan kenyamanan dan keamanan pelanggan selama perjalanan mudik, mencakup Posko Mudik, Bengkel Siaga, serta berbagai promo menarik untuk kendaraan listrik maupun konvensional.
Maulana Hakim, Aftersales Director Wuling Motors menegaskan bahwa program ini merupakan bentuk komitmen Wuling dalam memberikan ketenangan bagi para pelanggan.
Advertisement
"Kami menghadirkan Tenang Bersama Wuling, sebagai program after sales yang dirancang untuk memberikan kenyamanan, keamanan, dan ketenangan bagi pelanggan selama periode libur Lebaran tahun 2025," jelasnya, dalam acara media iftar, di bilangan Senayan, Jakarta Pusat, Senin (24/3/2025).
Dalam program ini, Wuling menyiapkan 6 Posko Mudik, 22 Bengkel Siaga 8 jam, dan 23 Bengkel Siaga 24 jam yang tersebar di berbagai daerah strategis.
Untuk semakin memanjakan pelanggan, Wuling menawarkan diskon suku cadang hingga 25 persen bagi pemilik kendaraan berbasis ICE maupun EV yang melakukan perawatan berkala hingga 15 April 2025, selama persediaan masih tersedia.
Selain itu, pelanggan juga dapat menikmati gratis pemeriksaan kendaraan dan pengisian daya mobil listrik di Posko Mudik.
Operasi Posko Mudik
Posko Mudik Wuling beroperasi pada 28-30 Maret 2025 untuk arus mudik dan 4-6 April 2025 untuk arus balik.
Lokasinya tersebar di Rest Area Cipali KM 207, Rest Area Batang KM 379, dan Rest Area Ngawi KM 575 A untuk arus mudik, serta Rest Area Cipali KM 208 B, Rest Area Batang KM 389 B, dan Rest Area Ngawi KM 575 B untuk arus balik.
Sementara itu, jaringan bengkel siaga akan mulai beroperasi pada 29 Maret hingga 6 April 2025 untuk layanan 24 jam, dan 29 Maret hingga 2 April 2025 untuk layanan 8 jam.
Sebagai tambahan, Wuling juga memperkenalkan DC Adapter sebagai suku cadang resmi yang kini dapat dipesan di dealer dengan harga spesial Rp8 juta. Langkah ini diambil untuk memenuhi kebutuhan pelanggan yang membutuhkan akses pengisian daya lebih fleksibel.
Advertisement