Sukses

Aksi Pengumpulan Koin Sindir PM Australia, Ini Kata Ahok

Ahok terlihat tidak mau berkomentar banyak tentang peristiwa ini. Dia hanya mengatakan, aksi kecaman bisa dilakukan setiap orang.

Liputan6.com, Jakarta - Pernyataan Perdana Menteri Australia Tony Abbott yang mengungkit bantuan untuk tsunami Aceh mendapat kecaman dari berbagai pihak, terutama warga Aceh. Aksi kecaman dilakukan dengan mengumpulkan koin untuk Australia.

Aksi ini tidak hanya dilakukan di Aceh. Di Jakarta, aksi serupa juga dilakukan pada momen car free day (CFD) Minggu, 22 Februari  kemarin. Apa komentar Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok terkait aksi ini?

"Oke saja. Bebas saja orang (mengumpulkan koin)," kata Ahok di Balaikota, Jakarta, Senin (23/2/2015). Ahok terlihat tidak mau berkomentar banyak tentang peristiwa ini. Dia hanya mengatakan, aksi kecaman bisa dilakukan setiap orang.

"Hak mereka itu," ucap dia.

Perdana Menteri Australia Tony Abbott mengungkit bantuan negaranya untuk Aceh yang diterjang tsunami, setelah permintaannya agar duo Bali Nine, Myuran Sukumaran dan Andrew Chan, tidak dieksekusi mati ditolak oleh Pemerintah Indonesia. Pemerintah Australia beberapa kali mendesak Pemerintah Indonesia agar membatalkan eksekusi mati, namun hal itu tak digubris pemerintah sehingga Abbott pun mengungkit bantuan yang pernah diberikan negaranya senilai 1 miliar dolar.

Pernyataan Abbott kontan menimbulkan reaksi di Tanah Air. Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan pernyataan Abbott menjadi perhatian dan konsentrasi Indonesia. Sementara Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi menyebut, pernyataan tersebut berlebihan.  

Melihat reaksi yang keras, Menteri Luar Negeri Australia Julie Bishop beberapa waktu lalu menelepon JK. Seperti diungkapkan JK, Menlu Bishop menjelaskan bahwa pernyataan PM Abbott bukan bermaksud pamrih dan meminta balas jasa atas bantuan pemerintah Australia yang telah diberikan untuk Aceh.

Eksekusi mati Myuran Sukumaran dan Andrew Chan sendiri akhirnya ditunda sampai batas waktu yang belum diketahui. (Sun/Yus) 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Video Terkini