Liputan6.com, Jakarta - Organisasi Papua Merdeka (OPM) mengancam akan melancarkan perang terbuka terhadap TNI dan Polri serta masyarakat non-Papua. Sebab, perjuangan mereka untuk kemerdekaan Papua tidak bisa ditawar lagi.
Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Laksamana (Purn) Tedjo Edhy Purdijatno menjelaskan, tidak ada lagi kekerasan atau ancaman yang dilakukan organisasi OPM.
"Di Papua masih ada OPM. Tapi, OPM-nya kita ganti dengan Orang Papua Membangun," ujar Tedjo dalam sebuah diskusi di Medan Merdeka, Jakarta Pusat, Selasa (26/5/2015).
Dia mengatakan, pembangunan terlihat saat kunjungan Presiden Jokowi ke Papua 8 sampai 11 Mei 2015. Jokowi, meresmikan berbagai proyek pembangunan di sana. Hal itu mulai dari pasar tradisional di Sentani sampai pembangunan fasilitan Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-20, yang akan digelar pada 2020.
Tedjo mengatakan, Presiden Jokowi juga sudah memberi perintah khusus agar kedamaian di Papua juga dijaga dengan baik.
"Beliau tekankan ke TNI-Polri kurangi pendekatan keamanan. Tapi, majukan pendekatan pembangunan," jelas dia.
Dia menegaskan, kekerasan yang terjadi di tanah Papua tidak hanya terus dilakukan oknum aparat. Anggota TNI dan Polri juga kerap menjadi korban.
Baca Juga
"Kekerasan di Papua tidak hanya dilakukan aparat. Tapi, di kedua belah pihak," jelas dia.
Tedjo mencontohkan mengenai kekerasan yang menimpa anggota polisi di pos jaganya. Polisi yang berjaga dikeroyok hingga dibacok. "Ini kan sudah ada di mana-mana. Bukan hanya Papua saja," tutur Tedjo. (Mvi/Mut)
Advertisement