Liputan6.com, Jakarta - Polri menetapkan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, cagub petahana Pilkada 2017 sebagai tersangka kasus dugaan penistaan agama.
Seperti ditayangkan Liputan 6 Siang SCTV, Rabu (16/11/2016), hasil gelar perkara disampaikan langsung oleh Kabareskrim Komjen Ari Dono di Gedung Rupatama Mabes Polri.
Sempat diwarnai perbedaan pendapat yang sangat tajam di kalangan para ahli mengenai ada tidaknya unsur penistaan agama, Bareskrim Polri akhirnya mengambil kesepakatan untuk melanjutkan kasus ini ke peradilan terbuka.
Advertisement
Polisi menyimpulkan adanya unsur pidana dalam pernyataan Ahok di Kepulauan Seribu seputar surat Al Maidah ayat 51.
Konsekuensinya proses penyelidikan dilanjutkan ke tahap penyidikan, dengan menetapkan Ahok sebagai tersangka dan surat perintah penyidikan langsung diterbitkan.
Kabareskrim juga menegaskan tidak ada tekanan dalam menetapkan Ahok sebagai tersangka. Penetapan Ahok berdasarkan alat bukti yang dikantongi tim penyelidik.