Liputan6.com, Jakarta - Karopenmas Divhumas Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, mayoritas kasus pembunuhan yang menyasar sekeluarga secara sadis biasanya bermotif dendam. Hal itu ia sampaikan terkait pembunuhan satu keluarga di Bekasi.
"Dari pengalaman dan dari hasil yang ditangani kepolisian, kalau sadis dan yang dibunuh bukan satu orang, itu ada latar belakang dendam. Ini dari hasil pengalaman yang sudah dikerjakan kepolisian," kata Dedi di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (13/11).
Meski begitu, polisi tak dapat menduga atau berandai-andai dalam menyimpulkan pembunuhan satu keluarga di Bekasi. Menurutnya, tiap kasus punya karakteristik yang khas.
Advertisement
"Tapi polisi tidak boleh menduga seperti itu, kita melihat dari fakta hukum. Case per case itu tidak bisa dibandingkan apple to apple," jelasnya.
Oleh karena itulah, penyidik masih terus menunggu hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan hasil autopsi atas kasus pembunuhan sekeluarga tersebut. Hal itu untuk mengungkap motif pelaku.
"Tidak menutup kemungkinan. Bisa direncanakan, bisa juga spontan. Kalau dendam itu kan tinggal tunggu titiknya. Tapi beberapa kasus yang sudah diungkap oleh Polri baik di Sumatrra, NTT, Palembang dan di beberapa di Jawa boleh dikatakan sebagian besar tersangka sakit hati dendam tersangka terhadap keluarga korban," ujarnya.
Reporter: Nur HabibieÂ
Saksikan video pilihan di bawah ini
Setelah dilakukan autopsi, petugas menemukan bekas luka penganiayaan dan pencabulan pada tubuh korban.