Liputan6.com, Jakarta - Yenny Wahid, anak ke-dua dari Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, membacakan sebuah puisi yang berjudul 'Ampuni Kami, Tuhan'. Puisi itu sarat dengan pesan anti-radikalimse.
Berikut bait-bait puisi yang dibacakan Yenny Wahid:
Advertisement
Kitab suci ku mengatakan
Bahwa membunuh satu manusia tak berdosa
Sama dengan membunuh seluruh umat manusia.
Nabiku memberi tauladan bagaimana akhlak dalam memperlakukan orang lain
Bahkan mereka yang memusuhinya
Yaitu dengan kasih sayang dan perikemanusiaan.
Tuhanku mengatakan,
Kalau ia ingin menciptakan umat yang satu, mudah bagiNya untuk mewujudkan,
Namun Ia sengaja menciptakan manusia bersuku, berbangsa, berbeda, agar mereka saling kenal satu sama lainnya.
Jadi ketika kau meledakan dirimu di rumah Tuhan
Nabi mana yang kau ikuti ajarannya?
Dan ketika kau justru mencabut nyawa sesama makhluk Tuhan dengan cara yang biadab
Jangan-jangan kau sedang merasa sebagai Tuhan?
Siapa yang sesungguhnya kau sembah?
Tuhanmu?
Atau
Nafsu angkaramu?
Tuhan,
Bangsa ini sedang menangis, karena ada makhluk-makhlukMu yang disakiti atas namaMu.
Tuhan,
Kami sedang berduka karena ada segelintir orang yang tega menyakiti sesamanya, saudara sebangsanya.
Tuhan,
Beri bangsa ini kekuatan agar tetap bisa bersatu menghadapi segala cobaan.
Hadirkan cahaya Rahman dan RahimMu untuk jadi penerang segenap langkah kami.
Jadikan kami alatMu untuk selalu menebar kebaikan.
Dan Tuhan, satu permintaan kami padaMu,
Anak-anak yang ikut orang tuanya dalm aksi mematikan, selimuti mereka di surgaMu
Bersama dengab anak-anak lainnya yang jadi korbannya.
Karena sesungguhnya mereka tak berdosa.
Ampuni kami semua ya Tuhan
Ampuni kami ya Tuhan.
Simak selengkapnya Yenny Wahid saat membacakan puisi yang berjudul “Ampuni Kami, Tuhan” di channel Liputan6.com di Vidio.com berikut ini.