Liputan6.com, Pekanbaru: Kepala Staf Angkatan Udara (KASAU) Marsekal Imam Sufaat, bertekad untuk terus memperkuat AURI agar menjadi kekuatan terbaik di dunia. Imam mengatakan, ia ingin secara bertahap AURI menjadi the "first class air force", Jumat. Marsekal Imam Sufaat saat peresmian pergantian nama Lapangan Udara (Lanud) Pekanbaru menjadi Roesmin Noerjadin, di Pekanbaru, Jumat.
Untuk mencapai cita-cita tersebut, KASAU mengatakan, awal 2014 AURI akan menambah 24 pesawat F-16 dan 16 pesawat di antaranya akan ditempatkan di Lanud Roesmin Norjadin. Dengan begitu, ia berharap Lanud Roesmin Noerjadin akan mempunyai dua skadron tempur dan akan dipimpin oleh perwira bintang satu.
"Maka, statusnya pun akan berubah menjadi Lanud Kelas A," katanya saat peresmian pergantian nama Lapangan Udara (Lanud) Pekanbaru menjadi Roesmin Noerjadin, di Pekanbaru, Jumat.
AURI kini juga bekerja sama dengan Korea Selatan dalam membuat pesawat tempur generasi 4,5. Pesawat itu diakui KASAU merupakan peranti tempur di atas generasi Sukhoi produk Rusia. Pada 2022, AURI akan mempunyai 50 pesawat jenis tersebut.
Ia menilai posisi 16 pesawat F-16 di Pekanbaru pada 2014 akan sangat strategis. Sebab, lokasi Pekanbaru sangat strategis sebagai benteng pertahanan yang jaraknya cukup dekat dengan negara tetangga. "Angkatan udara harus kuat untuk menjamin harga diri bangsa di udara NKRI," katanya.
Ia berharap pergantian nama Lanud Pekanbaru menjadi Lanud Roesmin Noerjadin menjadi momentum baru yang bisa memberikan semangat untuk meningkatkan kapasitas AURI di Pekanbaru.
Menurut KASAU, penggantian nama adalah langkah yang diambil untuk meneladani dan menghormati jasa Roesdin. Karena pria kelahiran Malang 31 Mei 1930 itu, merupakan seorang penerbang jet tempur pertama di Indonesia.
Pada masa Roesmin, AURI berubah menjadi angkatan yang berwibawa dan disegani di Asia, sebelum akhirnya "dikebiri" oleh rezim Orde Baru karena dituding terlibat G30S/PKI. "Beliau adalah sosok yang patut diteladani oleh generasi selanjutnya dalam mengharumkan nama bangsa," kata KASAU. (Ant)
Untuk mencapai cita-cita tersebut, KASAU mengatakan, awal 2014 AURI akan menambah 24 pesawat F-16 dan 16 pesawat di antaranya akan ditempatkan di Lanud Roesmin Norjadin. Dengan begitu, ia berharap Lanud Roesmin Noerjadin akan mempunyai dua skadron tempur dan akan dipimpin oleh perwira bintang satu.
"Maka, statusnya pun akan berubah menjadi Lanud Kelas A," katanya saat peresmian pergantian nama Lapangan Udara (Lanud) Pekanbaru menjadi Roesmin Noerjadin, di Pekanbaru, Jumat.
AURI kini juga bekerja sama dengan Korea Selatan dalam membuat pesawat tempur generasi 4,5. Pesawat itu diakui KASAU merupakan peranti tempur di atas generasi Sukhoi produk Rusia. Pada 2022, AURI akan mempunyai 50 pesawat jenis tersebut.
Ia menilai posisi 16 pesawat F-16 di Pekanbaru pada 2014 akan sangat strategis. Sebab, lokasi Pekanbaru sangat strategis sebagai benteng pertahanan yang jaraknya cukup dekat dengan negara tetangga. "Angkatan udara harus kuat untuk menjamin harga diri bangsa di udara NKRI," katanya.
Ia berharap pergantian nama Lanud Pekanbaru menjadi Lanud Roesmin Noerjadin menjadi momentum baru yang bisa memberikan semangat untuk meningkatkan kapasitas AURI di Pekanbaru.
Menurut KASAU, penggantian nama adalah langkah yang diambil untuk meneladani dan menghormati jasa Roesdin. Karena pria kelahiran Malang 31 Mei 1930 itu, merupakan seorang penerbang jet tempur pertama di Indonesia.
Pada masa Roesmin, AURI berubah menjadi angkatan yang berwibawa dan disegani di Asia, sebelum akhirnya "dikebiri" oleh rezim Orde Baru karena dituding terlibat G30S/PKI. "Beliau adalah sosok yang patut diteladani oleh generasi selanjutnya dalam mengharumkan nama bangsa," kata KASAU. (Ant)