Liputan6.com, Jakarta - Pulau Jawa dan Pulau Sumatra yang yang dipisahkan Selat Sunda bergerak saling menjauh. Pulau Jawa dan Sumatra menjauh akibat adanya regangan tektonik.
Berdasarkan kajian riset, regangan itu akibat pergerakan lempeng Indo-Australia yang menyelusup ke lempeng Eurasia. Regangan tektonik itu setelah 2012 lebih signifikan daripada sebelumnya.
Advertisement
Menurut pakar kegempaan Institut Teknologi Bandung atau ITB Irwan Meilano, regangan tektonik ini dapat berimplikasi pada kegempaan di Selat Sunda. Termasuk berdampak pada aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Apakah regangan tektonik itu menjadi alarm kewaspadaan terhadap gempa besar dan tsunami? Berapa kali terjadi tsunami merusak di sekitar Selat Sunda? Simak dalam rangkaian Infografis berikut ini:
Fenomena alam peregangan Pulau Jawa dengan Sumatera menjadi perhatian Pakar kegempaan ITB, Irwan Meilano. Survei yang dilakukan sejak 2006-2012 menunjukkan adanya regangan di Selat Sunda dan survei selanjutnya, 2012-2019 memperlihatkan regangan semak...
Infografis
Advertisement
Alarm Kewaspadaan
10 Tsunami
Advertisement