Sukses

DPR Kritik Penggunaan Senjata Api di Kasus Parigi Moutong: Demonstran Bukan Musuh

Ahmad Sahroni meminta agar jajaran Polri melakukan evaluasi terkait pengamanan demo menyusul tragedi di Parigi Moutong pada Sabtu (12/2/2022) malam.

Liputan6.com, Jakarta Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni meminta agar jajaran Polri melakukan evaluasi terkait pengamanan demo menyusul tragedi di Parigi Moutong pada Sabtu (12/2/2022) malam.

Menurut dia, hal ini penting agar tidak ada kejadian terulang. Di mana, satu orang meninggal dunia diduga tertembak.

"Untuk apa membubarkan unjuk rasa saja sampai harus menggunakan senjata api? Sangat disayangkan dan ini harus jadi peringatan bagi jajaran aparat lainnya agar jangan sampai hal seperti ini terulang. Apapun alasannya, perlu diingat bahwa masyarakat punya hak bersuara dan berpendapat, jangan sampai mereka harus membayar itu dengan nyawa," kata Sahroni dalam keterangannya, Senin (14/2/2022).

Politikus NasDem ini pun mengingatkan polisi bahwa penggunaan senjata api harus sangat berhati-hati dan hanya untuk tindakan kriminal.

"Senjata api hanya untuk kriminal atau musuh negara. Pengunjuk rasa bukan musuh, mereka saudara sedarah kita yang sedang menyalurkan aspirasinya. Jadi jangan lagi polisi menggunakan senjata api untuk membubarkan unjuk rasa," ungkap dia.

Sahroni pun menyebut, berdasarkan informasinya sudah ada empat orang tengah diperiksa oleh Propam Polri terkait insiden di Parigi Moutong.

"Saatnya kita pantau terus kinerja polisi dalam mengusut kasusnya, dan memastikan agar kejadian yang sama tidak terulang lagi," kata dia.

 

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

2 dari 2 halaman

Akan Usut Tuntas

Sebelumnya, Kapolri, Jendral Pol Listyo Sigit Prabowo memerintahkan jajarannya mengusut tuntas tragedi rasa penolakan perusahaan tambang di Kecamatan Kasimbar, Parigi Moutong, Sulawesi Tengah yang berakhir ricuh.

Adapun insiden itu menelan satu orang korban jiwa. Satu warga Rifaldi (21) meninggal dunia diduga tertembak peluru aparat.

Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo menerangkan, tim dari Divisi Propam Mabes Polri dan Divisi Humas Mabes Polri akan bertolak ke Sulteng dan Parigi Moutong hari ini. Hal ini menindaklanjuti instruksi dari Kaporli.

"Tujuan tim ke sana adalah dalam rangka tim untuk membackup dari Bidang Propam Sulteng dan juga tim yang sudah dibentuk oleh Kapolda. Hari ini kita datangkan tim Labfor Sulteng dalam rangka untuk mengungkap peristiwa tersebut setuntasnya," kata dia kepada wartawan, Senin (14/2/2022).

Dedi mengatakan, pihaknya akan menindak secara tegas siapapun anggota yang terbukti bersalah dalam insiden di Parigi Moutong.

"Ini komitmen kami dan secepatnya perintah pimpinan Polri untuk kasus tersebut diungkap setuntas-tuntasnya dan tentunya proses pembuktian tersebut dengan menghadirkan tim labfor polda sulteng dan hasil dipantau, diawasi dan dimonitor dari tim Propam Mabes dan Humas Polri. Pembuktian secara ilmiah yang akan disampaikan ke masyarakat," kata dia.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.