Sukses

Kepala BKKBN Usul Keluarga Berisiko Tinggi Stunting Jadi Sasaran Program Makan Siang Gratis

Menurut Kepala BKKBN, Hasto Wardoyo, sebaiknya keluarga berisiko tinggi stunting jadi sasaran utama program makan siang gratis.

Liputan6.com, Jakarta - Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Hasto Wardoyo mengungkapkan, pihaknya belum dilibatkan dalam pembahasan program makan siang gratis pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

Namun Hasto mengaku, siap jika diminta memberi usulan terkait kelompok masyarakat yang perlu mendapatkan program makan siang gratis. Menurut Hasto, sebaiknya keluarga berisiko tinggi stunting jadi sasaran utama program makan siang gratis.

"Paling tidak usulan kami, keluarga berisiko tinggi stunting. By name, by address-nya ada itu. Itulah yang jadi sasaran utama," kata Hasto dikutip dari kanal YouTube Liputan6, Jumat (17/5/2024).

Selain keluarga berisiko tinggi stunting, kelompok masyarakat lain yang harus jadi sasaran program makan siang gratis yaitu calon pengantin kekurangan kalori dan proten.

"Dengan ciri bahwa lingkar lengannya kurang dari 23,5 cm. Kalau hamil itu anaknya stunting. Itu harus jadi sasaran untuk perbaikan gizi. Supaya sebelum hamil, dia sudah gemuk dulu sedikit" ungkap Hasto.

Ia menambahkan, jumlah keluarga berisiko tinggi stunting dan calon pengantin kekurangan kalori dan protein tersebut berdasarkan data BKKBN tahun 2023 lalu.

"By name, by address-nya kan ada orang-orang itu, nah itu lah yang menjadi sasaran," tambah Hasto.

Sebelumnya, Wakil Presiden Terpilih Pemilu 2024, Gibran Rakabuming Raka memastikan, program makan siang gratis menjadi program percepatan atau quick win dalam 100 hari pertama pemerintahan Prabowo-Gibran.

"Yang jelas sering kami lontarkan terus makan siang gratis," kata Gibran di Solo, Jawa Tengah, dilansir dari Antara, Senin 6 Mei 2024.

Gibran menambahkan, secara keseluruhan program percepatan 100 hari pertama kepemimpinan akan segera dipaparkan, termasuk program makan siang gratis bagi anak-anak.

"Sebenarnya kemarin ada di visi misi kami itu, termasuk makan siang gratis. Namun, nanti kami fokuskan di beberapa tempat dulu," ucap Gibran.

Ia menyebut bahwa program makan siang gratis juga difokuskan di daerah 3T, yakni tertinggal, terdepan dan terluar. Begitu dilantik ia bersama Presiden terpilih Prabowo Subianto akan langsung bekerja.

"Kami langsung kerja, kerja, kerja, dan mengeksekusi," katanya.

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

2 dari 2 halaman

Bappenas Tegaskan Program Makan Siang Gratis Prabowo-Gibran Tak Gunakan Dana BOS

Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menegaskan bahwa program makan siang gratis gagasan Presiden dan Wakil Presiden (Wapres) terpilih Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka tidak akan menggunakan dana operasional Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Salah satu progam andalan Prabowo-Gibran itu nantinya bakal direalisasikan pada tahun 2025.

Hal itu disampaikan oleh Deputi Bidang Pembangunan Manusia, Masyarakat dan Kebudayaan Bappenas, Amich Alhumami usai acara 'Peluncuran Indeks Integritas Pendidikan 2023 dan Sosialisasi SPI Pendidikan 2024 KPK'.

"Untuk makan siang tidak diambil dari dana BOS. Itu kan juga di tahun yang akan datang tahun 2025," kata Amich saat konferensi pers di Gedung Dewas KPK pada Selasa (30/4/2024) kemarin.

Amich menyebut, saat ini Bappenas tengah mempertimbangkan sumber pendanaan dalam program unggulan makan siang gratis ala Prabowo-Gibran bersama dengan Kementerian Keuangan.

Dia menegaskan, program ini harus memenuhi asupan gizi anak-anak sekolah. Hal itu sebagaimana tindak lanjut untuk mencetak generasi emas yang diprediksi pada tahun 2045 mendatang.

"Sesuatu yang juga nanti akan memberikan manfaat besar, terutama asupan nutrisi gizi bagi anak-anak usia sekolah dan yang mungkin akan sangat membantu adalah nanti makan siang gratis untuk anak-anak di Paud dan di SD karena itu sedang dalam tumbuh kembang," kata Amich.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Video Terkini