Sukses

Genjot Digitalisasi, BI Jakarta Dorong Pembayaran QRIS di Kepulauan Seribu

Transaksi QRIS di Jakarta semakin merata, namun masih didominasi dari wilayah Jakarta Selatan sebesar 36,31 persen.

Liputan6.com, Jakarta - Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi DKI Jakarta Arlyana Abubakar menyatakan, QRIS telah menjadi game changer pada digital payment di Jakarta. Hal tersebut tercermin dari besarnya pangsa QRIS di Jakarta yang mencapai sekitar 33,48 persen.

Menurut Arlyana, capaian tersebut didorong oleh optimalnya kinerja QRIS pada sektor akomodasi dan makan minum. Lalu, volume transaksi QRIS pada TW-III 2024 mencapai 569,52 juta atau tumbuh 170 persen.

"Sedangkan sampai 2024 (QRIS di Jakarta) telah mencapai 1,36 miliar. Hal tersebut didorong oleh tingginya akseptasi pelaku usaha terhadap QRIS," kata Arlyana di Jakarta, Rabu (6/11/2024).

Secara sebaran, lanjut dia, transaksi QRIS di Jakarta semakin merata, namun masih didominasi dari wilayah Jakarta Selatan sebesar 36,31 persen, kemudian disusul Jakarta Barat 23,71 persen, Jakarta Pusat 17,72 persen, lalu Jakarta Utara yaitu 11,97 persen, dan Jakarta Timur sebesar 10,27 persen.

"Akan tetapi, masih terdapat kesenjangan digital di Kepulauan Seribu dengan pangsa volume transaksi QRIS sebesar 0,01 persen. Hal itu masih menjadi perhatian bagi Bank Indonesia untuk terus meningkatkan akseptasi QRIS bagi pengguna dan pelaku usaha di Kepulauan Seribu," papar dia.

Lanjut Arlyana, sebenarnya beberapa pulau di Kepulauan Seribu sudah cukup baik dalam penggunaan QRIS. Pihaknya bersama Pemprov DKI Jakarta terus mendorong pelaku usaha dalam penggunaan QRIS.

Hal ini mengingat Kepulauan Seribu menjadi salah satu destinasi pariwisata. "Kami juga mendorong penggunaan QRIS pada transportasi mau nyeberang untuk pulang beli tiket pake QRIS," ujar dia.

2 dari 3 halaman

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta

Sementara itu, berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS), perekonomian Jakarta pada triwulan III 2024 tumbuh sebesar 4,93 persen dan meningkat dari triwulan sebelumnya.

Arlyana menyatakan pertumbuhan terutama ditopang oleh konsumsi rumah tangga, investasi dan ekspor. Dari sisi lapangan usaha utama, pertumbuhan terutama didorong oleh kinerja perdagangan, jasa keuangan, dan konstruksi. 

"Konsumsi RT masih tumbuh tinggi pada triwulan III 2024 sebesar 5,26 persen, relatif terjaga dari triwulan sebelumnya. Pertumbuhan terutama ditopang oleh konsumsi hotel dan restoran sejalan dengan tingginya mobilitas wisatawan nusantara dan mancanegara yang datang ke Jakarta," jelas dia.

 

3 dari 3 halaman

BPS: Emas Perhiasan Penyebab Utama Inflasi Oktober 2024

Sebelumnya, BPS menyebut emas perhiasan menjadi salah satu penyumbang utama inflasi Oktober 2024. Tercatat data inflasi Indonesia pada Oktober sebesar 0,08 persen.

Plt Kepala BPS Amalia A Widyasanti, mengatakan kelompok pengeluaran penyumbang inflasi terbesar perawatan pribadi dan jasa lainnya inflasi 0,94 persen dan memberi andil inflasi 0,06 persen.

"Komoditas emas perhiasan, sebagai salah satu komoditas kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya, menjadi komoditas utama penyumbang inflasi Oktober 2024 dengan andil inflasi 0,06 persen," kata Amalia dalam konferensi pers BPS, Jumat (1/11/2024).

Pasalnya, kata Amalia, harga emas di pasar internasional terus menunjukkan tren kenaikan. Fenomena ini juga tergambar pada harga emas perhiasan di dalam negeri.

 

Video Terkini