Sukses

3 Fakta Terkait Erupsi Gunung Dukono Kembali Terjadi Minggu Pagi di Awal Desember 2024

Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara sekitar pukul 08.27 WIT pada Minggu pagi 1 Desember 2024 kembali melaporkan terjadinya erupsi di Gunung Dukono.

Liputan6.com, Jakarta - Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara sekitar pukul 08.27 Waktu Indonesia Timur (WIT) pada Minggu pagi 1 Desember 2024 kembali melaporkan terjadinya erupsi di Gunung Dukono.

Gunung Dukono di Maluku Utara itu kembali erupsi dengan mengeluarkan abu setinggi 1.200 meter di atas puncak gunung.

"Iya benar ada erupsi pagi tadi dengan mengeluarkan abu yang teramati kurang lebih 1.200 meter di atas puncak Gunung Dukono," kata Petugas Pos PGA Dukono, Bambang Sugiono dalam keterangan tertulis yang dipantau dari Ternate, seperti dilansir dari Antara, Minggu 1 Desember 2024.

Dia menjelaskan, kolom abu yang teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah Barat Laut.

"Erupsi ini berhasil terekam pada seismogram dengan amplitudo 20 mm dan durasi 276.93 detik dari Pos PGA Dukono yang berada di Desa Mamuya, Kecamatan Galela," papar Bambang.

"Saat ini Gunung Dukono masih berada pada Status Level II atau Waspada," sambung dia.

Menurut Bambang, saat ini mengingat letusan dengan abu vulkanik secara periodik terjadi dan sebaran abu mengikuti arah dan kecepatan angin, sehingga area landasan abunya tidak tetap.

"Kepada masyarakat yang berada di sekitar Gunung Api Dukono untuk selalu menyediakan masker dan kacamata untuk digunakan pada saat melakukan aktivitas di luar rumah, guna menghindari paparan bahaya abu vulkanik," kata dia.

Sebelumnya, pada Jumat pagi 22 November 2024, Gunung Dukono mengalami erupsi. Laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyebutkan, tinggi kolom letusan Gunung Dukono teramati mencapai 1.300 meter di atas puncak, atau sekitar 2.387 meter di atas permukaan laut.

Kolom abu erupsi Gunung Dukono teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat laut. Saat laporan ini dibuat, erupsi masih berlangsung.

Masyarakat dan wisatawan yang berada di sekitar Gunung Dukono dilarang beraktivitas, mendaki, dan mendekati Kawah Malupang Warirang di dalam radius 3 km.

Berikut sederet fakta terkait erupsi kembali terjadi di Gunung Dukono dihimpun Tim News Liputan6.com:

 

2 dari 4 halaman

1. Sempat Erupsi pada Jumat Pagi 22 November 2024

Gunung Dukono mengalami erupsi pada Jumat pagi 22 November 2024, pukul 06.37 WIT. Laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyebutkan, tinggi kolom letusan Gunung Dukono teramati mencapai 1.300 meter di atas puncak, atau sekitar 2.387 meter di atas permukaan laut.

Kolom abu erupsi Gunung Dukono teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat laut. Saat laporan ini dibuat, erupsi masih berlangsung.

Masyarakat dan wisatawan yang berada di sekitar Gunung Dukono dilarang beraktivitas, mendaki, dan mendekati Kawah Malupang Warirang di dalam radius 3 km.

Mengingat letusan dengan abu vulkanik secara periodik terjadi dan sebaran abu mengikuti arah dan kecepatan angin, sehingga area landaan abunya tidak tetap, maka direkomendasikan agar masyarakat di sekitar Gunung Dukono untuk selalu menyediakan masker atau penutup hidung dan mulut untuk menghindari ancaman bahaya abu vulkanik pada sistem pernapasan.

Sepanjang 2024, Gunung Dukono di Halmahera Utara tercata sudah meletus sebanyak 45 kali. Hingga hari ini, Jumat, 22 November 2024, pukul 05.50 WIB, Gunung Dukono masih berstatus Waspada (Level II).

 

3 dari 4 halaman

2. Kembali Erupsi pada Minggu Pagi 1 Desember 2024

Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, pada Minggu pagi 1 Desember 2024 sekitar pukul 08.27 Waktu Indonesia Timur kembali erupsi dengan mengeluarkan abu setinggi 1.200 meter di atas puncak gunung.

"Iya benar ada erupsi pagi tadi dengan mengeluarkan abu yang teramati kurang lebih 1.200 meter di atas puncak Gunung Dukono," kata Petugas Pos PGA Dukono, Bambang Sugiono dalam keterangan tertulis yang dipantau dari Ternate, seperti dilansir dari Antara.

Kolom abu yang teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah Barat Laut.

Dia mengatakan, erupsi ini berhasil terekam pada seismogram dengan amplitudo 20 mm dan durasi 276.93 detik dari Pos PGA Dukono yang berada di Desa Mamuya, Kecamatan Galela.

"Saat ini Gunung Dukono masih berada pada Status Level II atau Waspada," ujar Bambang.

 

4 dari 4 halaman

3. Masyarakat Sekitar Diminta Pakai Masker

Oleh karena itu, masyarakat atau pengunjung maupun wisatawan diminta untuk tidak beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari kawah gunung.

"Mereka dilarang atau mendekati Kawah Malupang Warirang di dalam radius tiga kilometer," harap Bambang.

Dia menjelaskan, saat ini mengingat letusan dengan abu vulkanik secara periodik terjadi dan sebaran abu mengikuti arah dan kecepatan angin, sehingga area landasan abunya tidak tetap.

"Kepada masyarakat yang berada di sekitar Gunung Api Dukono untuk selalu menyediakan masker dan kacamata untuk digunakan pada saat melakukan aktivitas di luar rumah, guna menghindari paparan bahaya abu vulkanik," kata Bambang.