Liputan6.com, Jakarta - Kebijakan ganjil genap di Jakarta adalah salah satu upaya pemerintah untuk mengurangi kemacetan lalu lintas dan polusi udara.
Pada Jumat (13/12/2024) kebijakan ganjil genap Jakarta juga kembali diberlakukan meski jelang akhir pekan. Bagi para pengendara roda empat atau lebih, memahami aturan ini sangat penting untuk menghindari sanksi dan merencanakan perjalanan dengan lebih baik.
Baca Juga
Terkait jadwal penerapan ganjil genap Jakarta dibagi menjadi dua sesi yaitu pagi dan sore hingga malam hari.
Advertisement
Sesi pertama dimulai pada pukul 06.00 WIB hingga 10.00 WIB, sedangkan sesi kedua berlaku pada pukul 16.00 WIB hingga 21.00 WIB.
Jangan lupa, kebijakan ganjil genap Jakarta ini hanya berlaku di hari kerja Senin sampai Jumat, tidak berlaku pada akhir pekan dan hari libur nasional.
Sebagai informasi, perluasan kawasan ganjil genap di Jakarta diatur dalam Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 88 tahun 2019 tentang Perubahan Atas Peraturan Nomor 155 Tahun 2018 Tentang Pembatasan Lalu Lintas dengan sistem ganjil genap.
Langkah tersebut juga sejalan dengan instruksi dari pihak terkait yaitu Instruksi Mendagri Nomor 26 tahun 2022, Surat Edaran (SE) Menteri Perhubungan Nomor 46 tahun 2022, dan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 88 Tahun 2019.Â
Tips untuk Pengendara Roda Empat atau Lebih
1. Periksa Pelat Nomor Kendaraan:
- Pastikan pelat nomor kendaraan Anda sesuai dengan tanggal yang berlaku. Pada tanggal ganjil, hanya kendaraan dengan pelat nomor ganjil yang boleh melintas, dan sebaliknya.
2. Rencanakan Rute Alternatif:
- Jika pelat nomor Anda tidak sesuai, pertimbangkan untuk menggunakan rute alternatif yang tidak termasuk dalam area ganjil genap. Aplikasi navigasi seperti Google Maps atau Waze dapat membantu menemukan rute yang lebih efisien.
3. Gunakan Transportasi Umum:
- Manfaatkan transportasi umum seperti bus TransJakarta, MRT, atau KRL yang tidak terpengaruh oleh kebijakan ganjil genap. Ini bisa menjadi pilihan yang lebih hemat waktu dan biaya.
4. Carpooling:
- Jika memungkinkan, ajak rekan kerja atau teman untuk berbagi kendaraan. Dengan carpooling, Anda dapat berbagi biaya perjalanan dan mengurangi jumlah kendaraan di jalan.
5. Waktu Keberangkatan yang Fleksibel:
- Pertimbangkan untuk berangkat lebih awal atau lebih lambat dari jam sibuk ganjil genap untuk menghindari kemacetan dan pembatasan.
6. Periksa Informasi Terkini:
- Selalu periksa informasi terbaru mengenai kebijakan ganjil genap melalui media massa atau situs resmi pemerintah daerah. Terkadang, ada perubahan mendadak atau pengecualian yang diumumkan.
7. Siapkan Dokumen Kendaraan:
- Pastikan semua dokumen kendaraan seperti SIM dan STNK dalam keadaan lengkap dan siap diperiksa jika diperlukan.
Kebijakan ganjil genap di Jakarta memerlukan perhatian dan penyesuaian dari para pengendara. Dengan memahami aturan dan menerapkan tips di atas, Anda dapat merencanakan perjalanan dengan lebih baik dan menghindari sanksi.
Advertisement
26 Titik Ganjil Genap Jakarta
Berikut lokasi 26 ruas ganjil genap di Jakarta:
1. Jalan Pintu Besar
2. Jalan Gajah Mada
3. Jalan Hayam Wuruk
4. Jalan Majapahit
5. Jalan Medan Merdeka Barat
6. Jalan MH Thamrin
7. Jalan Jenderal Sudirman
8. Jalan Sisingamangaraja
9. Jalan Panglima Polim
10. Jalan Fatmawati
11. Jalan Suryopranoto
12. Jalan Balikpapan
13. Jalan Kyai Caringin
14. Jalan Tomang Raya
15. Jalan Jenderal S Parman
16. Jalan Gatot Subroto
17. Jalan MT Haryono
18. Jalan HR Rasuna Said
19. Jalan D.I Pandjaitan
20. Jalan Jenderal A. Yani
21. Jalan Pramuka
22. Jalan Salemba Raya sisi Barat
23. Jalan Salemba Raya sisi Timur mulai dari Simpang Jalan Paseban Raya sampai Jalan Diponegoro
24. Jalan Kramat Raya
25. Jalan Stasiun Senen
26. Jalan Gunung Sahari
Pengecualian Ganjil Genap di Jakarta
Ada ketentuan pengecualian bagi kendaraan bermotor yang diperbolehkan memasuki kawasan ganjil genap Jakarta.
1. Kendaraan bertanda khusus yang membawa masyarakat disabilitas
2. Kendaraan ambulans
3. Kendaraan pemadam kebakaran
4. Kendaraan angkutan umum (pelat kuning)
5. Kendaraan yang digerakkan dengan motor listrik
6. Sepeda motor
7. Kendaraan angkutan barang khusus bahan bakar minyak dan gas
8. Kendaraan pimpinan lembaga tinggi negara RI
9. Kendaraan dinas operasional berpelat merah, TNI dan Polri
10. Kendaraan pimpinan dan pejabat negara asing serta lembaga internasional yang menjadi tamu negara
11. Kendaraan untuk memberikan pertolongan pada kecelakaan lalu lintas
12. Kendaraan untuk kepentingan tertentu menurut pertimbangan petugas Polri seperti kendaraan pengangkut uang
13. Kendaraan petugas kesehatan penanganan Covid-19, selama masa penanggulangan bencana yang diakibatkan oleh penyebaran Covid-19.
14. Kendaraan mobilisasi pasien Covid-19
15. Kendaraan mobilisasi vaksin Covid-19
16. Kendaraan pengangkut tabung oksigen
17. Kendaraan angkutan barang pengangkut logistik
Disclaimer: Artikel ini ditulis ulang oleh redaksi dengan menggunakan Artificial Intelligence
Advertisement