Wacana koalisi yang dianjurkan Lingkaran Survei Indonesia (LSI) kepada Golkar, ditanggapi dingin PDIP. Politisi PDIP yang Wakil Ketua Komisi II DPR, Arif Wibowo tak ingin mengulang pengalaman 'didikte' saat koalisi.
"Kita konsentrasi untuk memenangkan pileg biar tidak tersandera seperti Pemilu 2009. Karena kurang 3 persen saja terpaksa koalisi. Bukan tidak mau bergabung, tapi tidak mau didikte," jelas Arif Wibowo di gedung DPR Senayan, Jakarta, Senin (3/2/2014).
Tapi Arief mengatakan, internal partai memang ada membahas masalah koalisi. Tetapi, belum ada keputusan siapa partner yang akan diajak koalisi. "Koalisi itu salah satu yang dibahas. Dengan siapanya belum ada kesimpulan," ujarnya.
Namun, Sekretaris Badan Pemenangan Pemilu PDIP ini menegaskan, akan lebih memilih untuk tidak berkoalisi dan wajib memenangkan pileg. Karena jika partainya menang pileg, berarti bebas tanpa didikte.
"Kalau kita menang bisa mandiri, kita bebas. Begitu kita kurang suara nanti kita didikte. 2009 didiktenya macam-macam," tandas Arif.
Pada Pemilu 2009, PDIP berkoalisi dengan Gerindra dengan mengusung pasangan capres-cawapres Megawati-Prabowo Subianto. Pasangan ini memiliki nama Mega-Pro.(Ado/Ism)
Baca juga:
LSI Sarankan PDIP-Golkar Berkoalisi
Survei LSI: 2014 Jadi Akhir Rezim Demokrat
Demokrat Sebut LSI `Lingkaran` Tidak Independen
"Kita konsentrasi untuk memenangkan pileg biar tidak tersandera seperti Pemilu 2009. Karena kurang 3 persen saja terpaksa koalisi. Bukan tidak mau bergabung, tapi tidak mau didikte," jelas Arif Wibowo di gedung DPR Senayan, Jakarta, Senin (3/2/2014).
Tapi Arief mengatakan, internal partai memang ada membahas masalah koalisi. Tetapi, belum ada keputusan siapa partner yang akan diajak koalisi. "Koalisi itu salah satu yang dibahas. Dengan siapanya belum ada kesimpulan," ujarnya.
Namun, Sekretaris Badan Pemenangan Pemilu PDIP ini menegaskan, akan lebih memilih untuk tidak berkoalisi dan wajib memenangkan pileg. Karena jika partainya menang pileg, berarti bebas tanpa didikte.
"Kalau kita menang bisa mandiri, kita bebas. Begitu kita kurang suara nanti kita didikte. 2009 didiktenya macam-macam," tandas Arif.
Pada Pemilu 2009, PDIP berkoalisi dengan Gerindra dengan mengusung pasangan capres-cawapres Megawati-Prabowo Subianto. Pasangan ini memiliki nama Mega-Pro.(Ado/Ism)
Baca juga:
LSI Sarankan PDIP-Golkar Berkoalisi
Survei LSI: 2014 Jadi Akhir Rezim Demokrat
Demokrat Sebut LSI `Lingkaran` Tidak Independen