Liputan6.com, Chung Nam: Identitas seorang tenaga kerja Indonesia yang dirawat di sebuah rumah sakit di Chung Nam, Korea Selatan, belum juga terungkap. Hingga Rabu (6/10), belum seorang atau perusahaan pengerah TKI mengenali lelaki berumur sekitar 25 tahun itu. Untuk diketahui TKI itu sudah terbaring selama dua setengah tahun karena tak bisa berbicara dan amnesia atau lupa ingatan akibat kecelakaan lalu lintas pada 26 Mei 2002.
Ahad silam, Suwandi, salah seorang TKI di Negeri Ginseng, mengaku mengenali korban sebagai Sukamto. Korban berasal dari Sragen, Jawa Tengah. Tapi keluarga Sukamto di Sragen membantah pengakuan Suwandi. Menurut Harno, orang tua Sukamto, anaknya memang pernah menjadi TKI di Korsel. Namun itu sembilan tahun silam [baca: Identitas TKI yang Sakit di Korsel Belum Jelas].
Redaksi Liputan 6 SCTV membuka kontak bagi siapa pun yang mengenali TKI itu. Pemirsa bisa menghubungi nomor telepon 021-5225555. Upaya ini diharapkan bisa segera mengungkap jati diri pekerja yang tergolek tak berdaya di RS Chung Nam.(KEN/Tim Liputan 6 SCTV)
Ahad silam, Suwandi, salah seorang TKI di Negeri Ginseng, mengaku mengenali korban sebagai Sukamto. Korban berasal dari Sragen, Jawa Tengah. Tapi keluarga Sukamto di Sragen membantah pengakuan Suwandi. Menurut Harno, orang tua Sukamto, anaknya memang pernah menjadi TKI di Korsel. Namun itu sembilan tahun silam [baca: Identitas TKI yang Sakit di Korsel Belum Jelas].
Redaksi Liputan 6 SCTV membuka kontak bagi siapa pun yang mengenali TKI itu. Pemirsa bisa menghubungi nomor telepon 021-5225555. Upaya ini diharapkan bisa segera mengungkap jati diri pekerja yang tergolek tak berdaya di RS Chung Nam.(KEN/Tim Liputan 6 SCTV)