Liputan6.com, Meulaboh: Sekitar 700 personel anggota Angkatan Bersenjata Singapura yang bertugas di Meulaboh, Nanggroe Aceh Darussalam, Jumat (21/1), kembali ke negaranya. Komandan Komando Resor Militer (Korem) 012/Teuku Umar Kolonel TNI Geerhan Lantara memimpin langsung upacara pelepasan 30 peleton yang digelar di Pelabuhan Ujung Karang, Meulaboh. Pasukan Singapura yang terdiri dari tim medis, Zeni, dan transportasi ini sudah bertugas di Aceh sejak 27 Desember silam.
Menteri Pertahanan Singapura Cedric Foo Chee Keng menjelaskan, meski menarik pasukannya, saat ini tiga unit helikopter Chinook milik mereka akan tetap di Meulaboh. Ketiga helikopter itu ditempatkan untuk membantu aktivitas angkutan di Meulaboh. Pemerintah Negeri Singa ini juga tetap berkomitmen membantu proses pemulihan Aceh. Untuk itu, pemerintah Singapura akan kembali mengirimkan pasukan Zeni mereka untuk membantu proses pembangunan di Aceh [baca: Kehadiran Militer Asing Dibatasi Hingga Maret 2005].
Di Banda Aceh, lebih dari seribu Taruna Akademi Militer TNI/Polri dikerahkan untuk membersihkan puing-puing bangunan. Taruna dari tiga angkatan ini rencananya di Tanah Rencong selama setengah bulan penuh. Juru Bicara Satuan Tugas Informasi Penanggulangan Bencana Aceh TNI, Kolonel Ahmad Yani Basuki mengatakan, para taruna difokuskan untuk membersihkan sekolah, pesantren, dan rumah sakit. Ini dilakukan agar proses belajar dan pelayanan kesehatan segera beroperasi kembali. Selain itu, mereka juga membantu evakuasi jenazah di lokasi pembersihan.(DNP/Tim Liputan 6 SCTV)
Menteri Pertahanan Singapura Cedric Foo Chee Keng menjelaskan, meski menarik pasukannya, saat ini tiga unit helikopter Chinook milik mereka akan tetap di Meulaboh. Ketiga helikopter itu ditempatkan untuk membantu aktivitas angkutan di Meulaboh. Pemerintah Negeri Singa ini juga tetap berkomitmen membantu proses pemulihan Aceh. Untuk itu, pemerintah Singapura akan kembali mengirimkan pasukan Zeni mereka untuk membantu proses pembangunan di Aceh [baca: Kehadiran Militer Asing Dibatasi Hingga Maret 2005].
Di Banda Aceh, lebih dari seribu Taruna Akademi Militer TNI/Polri dikerahkan untuk membersihkan puing-puing bangunan. Taruna dari tiga angkatan ini rencananya di Tanah Rencong selama setengah bulan penuh. Juru Bicara Satuan Tugas Informasi Penanggulangan Bencana Aceh TNI, Kolonel Ahmad Yani Basuki mengatakan, para taruna difokuskan untuk membersihkan sekolah, pesantren, dan rumah sakit. Ini dilakukan agar proses belajar dan pelayanan kesehatan segera beroperasi kembali. Selain itu, mereka juga membantu evakuasi jenazah di lokasi pembersihan.(DNP/Tim Liputan 6 SCTV)