Korlantas Siapkan One Way, Contraflow, hingga Ganjil Genap Jelang Mudik Lebaran 2026

Korlantas Polri menyiapkan sejumlah rekayasa lalu lintas seperti one way, contraflow, dan ganjil genap untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan saat arus mudik dan balik Lebaran 2026, khususnya di jalur Trans Jawa, Sumatera, dan Bandung.

Diterbitkan 28 Januari 2026, 20:06 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho, mengungkapkan sejumlah strategi rekayasa lalu lintas menjelang arus mudik dan balik Lebaran 2026. Rekayasa lalu lintas tersebut dilakukan guna mengantisipasi lonjakan khususnya di jalur Trans Jawa, Sumatera, dan wilayah Bandung. 

Skema one way dan contraflow berdasarkan parameter yang telah diperhitungkan secara matang akan diterapkan oleh Korlantas Polri bersama pengelola jalan tol. 

“Ketika mengeksekusi contraflow dan one way, ada parameter-parameter yang tentunya kami koordinasi dengan Jasa Marga, sehingga hitungan itulah menjadi putusan yang akan kita lakukan. Contraflow satu lajur (atau) akan kita lakukan contraflow dua lajur, dan akan kita buka ujungnya di KM 70 sampai KM 188 untuk melancarkan arus yang menuju ke Trans Jawa,” ujarnya. 

Evaluasi operasi ketupat tahun lalu menjadi acuan dalam penyusunan kebijakan pengamanan yang akan diterapkan pada arus mudik dan balik Lebaran 2026.

Kakorlantas juga menjelaskan negara harus hadir dalam melaksanakan kebijakan, khususnya mengatur kendaraan sumbu 3 dan work from anywhere (WFA). 

"Negara harus hadir, sehingga kebijakan pemerintah salah satunya adalah SKB bagaimana mengatur kendaraan sumbu 3 boleh atau tidak boleh ini sangat mempengaruhi flow daripada lalin dan Pemerintah dengan cepat membuat kebijakan tentang work from anywhere,” tambahnya.

Tak hanya itu, sebagai upaya pengelolaan lalu lintas, Korlantas Polri juga menyiapkan berbagai kebijakan juga penggunaan teknologi di jalan tol.

Korlantas juga memberlakukan ganjil genap dalam operasi ketupat jelang arus mudik dan balik lebaran 2026.

"Kita sendiri akan memperlakukan ganjil genap, termasuk juga akan menghadirkan infrastruktur teknologi agar supaya baik di jalan tol, baik di arteri, termasuk di penyeberangan, terminal, bandara, kita bisa monitoring dalam satu genggaman. Itu sudah kita persiapkan,” jelasnya. 

Skenario darurat pun juga disiapkan oleh korlantas guna menghadapi situasi tidak terduga, Skenario tersebut mencakup pendirian Pos PAM, Pos Pelayanan, hingga Pos Terpadu di sejumlah jalan arteri, terminal, hingga bandara untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat. 

“Menyiapkan emergency split apabila ada bencana rangkaian-rangkaian skenario itu sudah kita persiapkan, baik dari sisi rekayasa lalu lintas, termasuk pendirian pos,” katanya. 

Contraflow dan rekayasa Lalu Lintas sebagai Solusi

Irjen Pol Agus menuturkan bahwa prioritas pengamanan arus mudik dan balik telah ditetapkan berdasarkan wilayah tujuan dan asal pemudik. Meski terdapat potensi bangkitan arus yang tinggi, khususnya di pelabuhan penyeberangan, Polri memastikan telah menyiapkan langkah antisipasi.

“Ketika kita bicara arus mudik, kita utamakan yang menuju ke Trans Jawa, menuju Sumatera, dan ke Bandung. Ketika kita bicara balik, kita akan memprioritaskan arus yang dari Trans Jawa menuju Jakarta, dari Sumatera menuju Jakarta. Kaitannya dengan resiko, jelas ada semua keputusan ada resiko,” tuturnya. 

Penerapan contraflow dan rekayasa lalu lintas yang akan dilakukan menjelang arus mudik dan balik Lebaran 2026 dinilai sebagai solusi untuk mengantisipasi kemacetan di wilayah yang rawan. 

“Sudah kita siapkan tata kelola manajemen lalu lintas, baik alih arus, baik contraflow, baik one way, ini bagian daripada solusi untuk menghindari kemacetan. Karena ini lebaran, saya yakin banyak kendaraan yang melintasi tol dan arteri. Semuanya sudah kita kelola evaluasi daripada tahun-tahun yang lalu baik itu yang di Gadog Puncak, baik yang di Jawa Timur, dan di Bali sudah kita persiapan semuanya manajemennya,” tutupnya.