Liputan6.com, Jakarta - Bakal calon gubernur DKI Jakarta Adhyaksa Dault enggan mendaftarkan diri ke partai-partai untuk dicalonkan di Pilkada DKI Jakarta. Adhyaksa memilih tetap menunggu dipinang oleh partai.
Bagi dia, mendaftar ke partai sama saja dengan mencari-cari jabatan. Padahal, ujar dia, warga DKI membutuhkan seorang pemimpin bukan penguasa.
"Saya tidak mendaftar ke mana-mana, karena bagi saya pemimpin itu beda dengan penguasa. Kalau jadi pemimpin, diminta partai. Kalau diminta partai saya siap," ujar Adhyaksa kepada Liputan6.com, Kamis (28/4/2016).
Adhyaksa enggan seperti calon gubernur lainnya yang mendaftar ke partai-partai, kemudian ikut seleksi.
Baca Juga
"Diminta mendaftar lalu diseleksi seperti Indonesia Idol, itu buat saya mencari penguasa. Biarin ajalah, kalau ada yang melamar sesuai platform saya, ya boleh," ujar dia.
Mantan menteri Pemuda dan Olahraga ini mengaku telah diminta Partai Demokrat untuk mendaftar. Namun, ketika ingin mengembalikan formulir, pendaftaran telah ditutup. Dia pun tak berminat mendaftar ke partai lain.
"Saya mohon maaf saya tidak mau meminta-minta jabatan," ucap Adhyaksa.
Selain menunggu pinangan partai, Adhyaksa juga tengah mengumpulkan KTP yang dilakukan oleh relawannya bernama "Ramah" atau Relawan Muda Adhiyaksa" agar dapat maju melalui jalur independen.
"Kalau KTP terkumpul, saya maju. Apalagi kalau elektabilitas tinggi. Tetapi kalau elektabilitas rendah untuk apa, saya tahu diri lah," ujar Adhyaksa.
Jika nanti dia tak jadi ikut dalam kontestasi Pilkada DKI Jakarta, Adhyaksa Dault akan fokus mengurus Pamuka dan mengajar.