Liputan6.com, Jakarta Calon Gubernur (Cagub) Jakarta nomor urut 1 Ridwan Kamil (RK) mengawali hari pencoblosan Pilkada 2024 dengan Salat Subuh berjamaah di Masjid Jami Assalafiyah di kawasan Jatinegara Kaum, Jakarta Timur, Rabu (27/11/2024).
Di sana dia juga melakukan doa bersama dengan jemaah Salat Subuh yang ada di Masjid Jami Assalafiyah.
Baca Juga
"Kenapa salat subuh di sini? Karena karena memang selama kampanye juga kita banyak melakukan kegiatan subuh juga, mungkin tidak masuk ke media mungkin, menyapa warga dan lain sebagainya, kebetulan di titik ini masjidnya sangat istimewa," kata Ridwan Kamil.
Advertisement
Selepas salat subuh, dia pun melanjutkan ziarah ke makam Pangeran Jayakarta. Di mana Pangeran Jayakarta dikenal sebagai pahlawan yang mempertahankan Jakarta melawan penjajahan Belanda.
Menurut Ridwan Kamil, setelah berhasil memukul mundur VOC pada 1610, Pangeran Jayakarta menghadapi gempuran besar dari pihak penjajah pada 1619 yang membuat ia mundur hingga ke titik yang sekarang dikenal sebagai Jatinegara Kaum.
"Karena bersejarah ada makam Pangeran Jayakarta yang kita tahu menaklukkan Sunda Kelapa dulu dari sebuah semangat perjuangan, jadi semangat itu yang mungkin menguatkan," ucap dia.
Akan Antar Bahlil Lahadalia Mencoblos di TPS
Calon Gubernur (Cagub) Jakarta nomor urut 1 Ridwan Kamil bakal bertemu dengan Ketua Umum (Ketum) Partai Golkar Bahlil Lahadalia di Duren Tiga Barat, Pancoran, Jakarta Selatan.
Ridwan Kamil juga bakal mendampingi Bahlil menuju tempat pemungutan suara (TPS) untuk menggunakan hak suaranya dalam pilkada serentak. Setelah itu, dia bakal bertolak ke Bandung, Jawa Barat.
“Kenapa Pak Bahlil? Karena saya kan berangkat dari Partai Golkar jadi menurut adabnya begitu yang di hari politik ini tentu partai pengusung saya Partai Golkar yang menjadi atensi dari kegiatan. Jadi saya nanti mengantar Pak Bahlil mencoblos di TPS rumah beliau,” kata dia usai melakukan ziarah ke makam Pangeran Jayakarta, Rabu (27/11/2024).
Advertisement
Seperti Jokowi
Ridwan Kamil akan mencoblos untuk Pilkada Jawa Barat karena belum ber-KTP Jakarta. Dia menyebut, posisinya itu sama dengan Mantan Gubernur Jakarta Joko Widodo (Jokowi) pada Pilkada 2012.
“Baru kemudian menunaikan hak kewajiban saya di Bandung. Kan dulu Pak Jokowi sama, Pak Jokowi pada saat 2012 tidak mencoblos di Jakarta karena teknis,” ucap dia.
Ridwan Kamil bilang, waktu Pilkada 2024 yang pendek menyebabkan ia tak sempat mengurus administrasi kependudukan di Jakarta. Termasuk, pindah domisili saat pendaftaran menjadi kandidat cagub Jakarta.
“Saya juga sama karena teknis waktunya terlalu pendek ya dan belum punya domisili juga, tapi tidak jadi masalah saya kira,” ujar dia.