Sukses

4 Mahasiswa di Medan Tersangka Pemerasan, Polisi Sita Uang Tunai Rp 40 Juta

Pihak kepolisian telah menetapkan 4 orang mahasiswa yang diduga melakukan pemerasan sebagai tersangka. Mereka diketahui sebagai ketua dari sejumlah organisasi mahasiswa di Kota Medan.

Liputan6.com, Medan Pihak kepolisian telah menetapkan 4 orang mahasiswa yang diduga melakukan pemerasan sebagai tersangka. Mereka diketahui sebagai ketua dari sejumlah organisasi mahasiswa di Kota Medan.

Wakasat Reskrim Polrestabes Medan, AKP Madya Yustadi, Senin malam, 12 Agustus 2024, mengatakan, inisial 4 tersangka adalah IP, DAS, AHS, dan MAS.

"Keempat mahasiswa itu ditangkap dalam sebuah Operasi Tangkap Tangan (OTT) di salah satu kafe yang berada di salah satu kafe pada Minggu malam, 4 Agustus 2024," kata Madya.

Diungkapkan Madya, penangguhan penahanan keempat orang tersebut kini sudah ditangguhkan karena ada permintaan atau jaminan dari pihak keluarga.

"Mereka sempat ditahan di Polrestabes Medan, dan telah kami tangguhkan. Keempatnya adalah mahasiswa," ungkapnya.

 

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

2 dari 3 halaman

Buat Surat Pernyataan

Disebutkan Madya, keempat pelaku juga telah membuat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya, dan tidak akan menghilangkan barang bukti.

"Untuk memastikan, mereka diwajibkan melapor dua kali dalam seminggu kepada pihak berwenang (Polisi)," sebutnya.

Meski penahanan ditangguhkan, perkara dugaaan kasus pemerasan tetap dilanjutkan.

"Iya, perkara ini tetap dilanjutkan meski penahanan ditangguhkan," bebernya.

3 dari 3 halaman

Sita Uang Tunai Puluhan Juta

Diterangkan Madya, dalam OTT tersebut, polisi menyita uang tunai sebesar Rp 40 juta sebagai barang bukti.

"Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Pasal 368 dalam KUHP," terangnya.

OTT ini mendapat sorotan publik karena 4 orang yang terlibat adalah pimpinan organisasi mahasiswa yang seharusnya menjadi teladan.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Video Terkini