Liputan6.com, Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat 32 perusahaan tengah antre dalam pipeline initial public offering (IPO) atau penawaran umum perdana saham.
Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna menyebutkan terdapat anak usaha BUMN dalam daftar tersebut.
"Berdasarkan catatan kami, terdapat anak perusahaan BUMN yang berencana mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia,” ungkap Nyoman kepada wartawan, ditulis Selasa (29/3/2022).
Advertisement
Meski begitu, Nyoman enggan membeberkan lebih rinci mengenai entitas anak BUMN tersebut. Adapun saat ini, salah satu unicorn terbesar di Indonesia yaitu PT Goto Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) telah masuk pasar modal Indonesia.
Baca Juga
GOTO bersama dengan lima perusahaan lainnya yaitu PT WIR ASIA Tbk (WIRG), PT Sigma Energy Compressindo Tbk (SICO), PT Teladan Prima Agro Tbk (TLDN), PT Murni Sadar Tbk (MTMH) dan PT Winner Nusantara Jaya Tbk (WINR) sedang dalam proses IPO saham melalui sistem e-IPO.
PT Adhi Commuter Properti Tbk (ADCP) menjadi anak perusahaan pelat merah yang terbaru melakukan pencatatan di BEI. ADCP resmi menjadi perusahaan tercatat ke-8 pada 2022 dan jadi perusahaan tercatat saham ke-774.
Dalam IPO, perseroan melepas 2.222.222.200 saham atau setara 10 persen dari total modal ditempatkan dan disetor perseroan. Harga penawaran saham perdana ditetapkan sebesar Rp 130 per saham. Dengan demikian, perseroan menargetkan perolehan dana sebesar Rp 288,8 miliar.
* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.
32 Perusahaan Antre di Pipeline IPO BEI
Sebelumnya, Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat sejumlah perusahaan yang antre di pipeline pencatatan saham perdana (initial public offering/IPO).
Adapun hingga 25 Maret 2022, sudah ada 12 perusahaan yang mencatatkan saham di BEI dengan total dana yang berhasil dihimpun sebesar Rp 3,18 triliun.
“Pada pipeline saham Bursa, hingga saat ini masih terdapat 32 perusahaan yang berencana mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia dengan perkiraan nilai fundraise sebesar Rp 29,13 triliun,” ungkap Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna kepada wartawan, Senin, 28 Maret 2022.
Total nilai fundraise tersebut telah memperhitungkan harga saham tertinggi yang ditawarkan oleh perusahaan-perusahaan yang sudah dipublikasikan melalui sistem e-IPO.
Merujuk pada POJK Nomor 53/POJK.04/2017, jumlah perusahaan dalam pipeline Bursa itu, terdapat perusahaan skala menengah dan perusahaan aset skala besar masing-masing 15 perusahaan.
Sedangkan 2 lainnya merupakan perusahaan dengan aset skala kecil. Rincian sektornya adalah sebagai berikut:
• 1 Perusahaan dari sektor Basic Materials
• 2 Perusahaan dari sektor Industrials
• 2 Perusahaan dari sektor Transportation & Logistic
• 5 Perusahaan dari sektor Consumer Non-Cyclicals
• 6 Perusahaan dari sektor Consumer Cyclicals
• 3 Perusahaan dari sektor Technology
• 2 Perusahaan dari sektor Healthcare
• 4 Perusahaan dari sektor Energy
• 4 Perusahaan dari sektor Properties & Real Estate
• 3 Perusahaan dari sektor Infrastructures
Advertisement