Liputan6.com, Jakarta - PT Bank KB Bukopin Tbk (KB Bank) mencatat peningkatan signifikan dalam pendapatan bunga bersih (Net Interest Income/NII) sepanjang 2024. Bank ini berhasil membukukan NII sebesar Rp909 miliar, naik 49,20% dibandingkan tahun sebelumnya.
Kenaikan ini didorong oleh peningkatan pendapatan bunga sebesar 12,20% serta pengelolaan biaya bunga yang hanya naik 6,17%. Dengan strategi tersebut, KB Bank mampu meningkatkan margin bunga bersih (Net Interest Margin/NIM) dari 0,78% menjadi 1,31%.
Selain itu, bank ini juga berhasil memangkas beban operasional lainnya sebesar 11,94% menjadi Rp1,80 triliun, terendah sejak 2012. Direktur Utama KB Bank, Tom (Woo Yeul) Lee, menyatakan optimismenya terhadap masa depan bank ini.
Advertisement
"Kami yakin bahwa KB Bank telah melewati fase tersulit dalam transformasi ini dan siap meraih pertumbuhan berkelanjutan. Dukungan penuh dari pemegang saham, nasabah, dan karyawan sangat berarti dalam perjalanan ini," ujarnya dalam keterangan resmi, dikutip dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, Senin (17/3/2025).
Dengan strategi yang telah diterapkan, KB Bank menargetkan untuk mulai mencatat laba bersih pada tahun 2025 serta menjadi salah satu bank terkemuka di Indonesia.
Perbaikan Fundamental di Tengah Transformasi
Sejak menjadi bagian dari KB Financial Group (KBFG) asal Korea Selatan, KB Bank terus melakukan transformasi untuk memperkuat bisnisnya. Salah satu pencapaiannya adalah pertumbuhan portofolio kredit lancar sebesar 19,24% dibandingkan tahun sebelumnya. Sektor wholesale dan retail menjadi pendorong utama dengan pertumbuhan masing-masing 28,89% dan 17,43%.
Meskipun total kredit turun 6,17%, langkah ini sejalan dengan strategi KB Bank dalam meningkatkan kualitas aset. Hal ini terbukti dari perbaikan rasio loan-at-risk (LAR) yang turun dari 39,77% menjadi 23,10%, serta penurunan rasio kredit bermasalah (NPL) gross dari 9,70% menjadi 8,74% dan NPL net dari 4,95% menjadi 4,38%.
Bank ini juga menunjukkan kinerja positif dalam menjaga likuiditas. Dana murah (CASA) tumbuh 29,92% secara tahunan, meningkatkan rasio CASA dari 23,39% menjadi 29,54%. Rasio kecukupan likuiditas (Liquidity Coverage Ratio/LCR) tetap terjaga di level 146,84%.
Persiapan Menuju Profitabilitas pada 2025
Meskipun mencatat rugi bersih sebesar Rp7,38 triliun pada 2024, KB Bank menegaskan sebagian besar kerugian ini berasal dari beban non-recurring atau biaya yang hanya terjadi sekali.
Biaya ini mencakup pencatatan pajak tangguhan sebesar Rp1,42 triliun dan pencadangan akibat revaluasi anak usaha sebesar Rp1 triliun. Langkah-langkah ini diambil untuk memperkuat neraca keuangan tanpa mengganggu struktur permodalan bank.
Advertisement
KB Bank Resmi Gantikan Nama KB Bukopin
Sebelumnya, KB Bank resmi menjadi nama merek dan logo perusahaan dari PT Bank KB Bukopin Tbk. Perubahan ini sekaligus melengkapi perjalanan transformasi perusahaan sejak tahun 2021, dengan mengintegrasikan sejumlah elemen-elemen terbaik dari praktik perbankan Korea Selatan dan Indonesia. Meskipun demikian, perubahan ini tidak memengaruhi nama legal perusahaan yang tetap PT Bank KB Bukopin Tbk.
Dengan nama dan logo baru ini, KB Bank berkomitmen terus berkembang serta memperkuat posisinya sebagai entitas perbankan terkemuka dan terpercaya di Indonesia. Mengusung tagline “Kita Bisa karena Bersama”.
Presiden Direktur KB Bank, Tom (Woo Yeul) Lee, menyampaikan identitas baru KB Bank mencerminkan nilai-nilai, visi dan komitmen perusahaan dalam memberikan layanan terbaik kepada nasabah
“Kami yakin dengan penggantian nama ini akan semakin meningkatkan kepercayaan nasabah sekaligus memperkuat brand ‘KB’ sebagai bank yang terdepan, terpercaya dan dicintai masyarakat Indonesia," kata Tom (Woo Yeul) Lee.
Perubahan nama merek dan logo menjadi KB Bank merupakan bagian dari strategi Perusahaan yang bertujuan untuk memperkuat branding serta memadukan “Korea Best” dengan keunggulan Indonesia, berpegang pada transparansi, kepercayaan, dan integritas, sehingga menjadi mitra yang dapat diandalkan untuk solusi kebutuhan layanan perbankan di Indonesia.
Perubahan ini juga sebagai penegasan kepada publik bahwa KB Bank merupakan bagian dari entitas keuangan terbesar asal Korea Selatan dengan total aset mencapai Rp 14.040 triliun, KB Financial Group (KBFG), sehingga diharapkan dapat memperkuat citra dan identitas KB Bank di Indonesia.
Transformasi Perusahaan Sejak 2021
KBFG melalui KB Kookmin Bank menjadi pemegang saham pengendali KB Bank sejak tahun 2020. KB Bank memulai era transformasi sejak tahun 2021, setelah mendapatkan pernyataan efektif dari OJK, Perseroan mengumumkan perubahan nama dari PT Bank Bukopin Tbk menjadi PT Bank KB Bukopin Tbk. Selanjutnya, KB Bank mengadopsi teknologi Next Generation Banking System (NGBS) dari KBFG menjadi bentuk kolaborasi grup untuk mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan.
Tom (Woo Yeul) Lee menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan nasabah dan semua pihak yang mendukung selama ini.
"Kami percaya dukungan Anda telah menjadi kekuatan bagi kami untuk terus memberikan solusi atas kebutuhan perbankan bagi masyarakat Indonesia. Membawa semangat baru, KB Bank hadir dengan tagline 'Kita Bisa karena Bersama', sebagai cerminan untuk komitmen Perseroan untuk bersama-sama terus berkontribusi pada kemajuan ekonomi Indonesia," ujarnya.
Advertisement