Liputan6.com, Jakarta Pandemi Corona Covid-19 yang terus meluas di Tanah Air dan belum dapat ditangani memaksa masyarakat beraktivitas dari rumah. Anak-anak pun terpaksa menjalani sekolah daring. Elvira Devinamira prihatin.
Elvira Devinamira bareng Pendiri dan Ketua Komunitas Tolong Menolong, Daniel Lukas Rorong, mendirikan sekolah daring di kampung eks lokalisasi Kremil Surabaya. Sekolah ini menolong siswa yang tak mampu agar tetap belajar.
Advertisement
Baca Juga
Elvira Devinamira membuka sekolah daring bersama adiknya, Shafira Novianti Adi dan ibunya, Henida Prabawati. “Sementara ini, kelasnya menampung empat sampai lima murid,” kata Elvira Devinamira lewat siaran pers yang diterima Showbiz Liputan6.com, Selasa (13/10/2020).
Sebisa Mungkin, Semampunya
Sekolah daring gratis di Rumah Aspirasi Jalan Tambak Asri 187 Surabaya ini dilengkapi sejumlah ponsel pintar untuk mendukung kegiatan belajar mengajar selama pandemi Covid-19.
Ke depan, tenaga pengajar juga disediakan Puteri Indonesia 2014 tersebut. “Kita sebisa mungkin dan semampunya. Jujur, saat ini tidak ada donatur dan investor. Semua murni dari tabunganku dan adikku,” ungkap Elvira Devinamira.
Advertisement
Kita Akan Tambah Lagi
Tak hanya ponsel pintar, bintang film Dilarang Menyanyi di Kamar Mandi menyediakan jaringan internet dan makanan ringan agar siswa kurang mampu betah sekaligus nyaman belajar daring.
“Kalau memang dari empat smartphone ini bisa membantu. Paling enggak bisa memahami atau meng-adjust dari zaman ke zaman seperti ini di situasi pandemi ini, ya kita akan menambah lagi,” Elvira Devinamira menyambung.
Semua Serbadaring
Selain menolong anak-anak kurang mampu, sekolah daring gratis medium bagi Elvira Devinamira dan adiknya untuk peduli terhadap lingkungan sekitar selama wabah Covid-19 meluas.
“Meskipun sekarang hanya sedikit enggak apa-apa kita bagikan. Apalagi di masa-masa ini yang semuanya online,” beri tahu Shafira Novianti. Ia dan Elvira Devinamira memilih mendirikan sekolah daring disertai alasan kuat.
Advertisement
Edukasi Sangat Dibutuhkan
“Edukasi itu sangat dibutuhkan bagi generasi penerus. Mereka harus tetap sekolah. Pendidikan adalah hak mereka. Semoga makin banyak yang terketuk untuk menolong anak-anak Indonesia lainnya,” harapnya.
Seperti diketahui, ponsel pintar, laptop, dan kuota menjadi kebutuhan tak terelakkan selama pandemi Covid-19. Kegiatan belajar mengajar tatap muka fisik digantikan dengan sekolah di jalur virtual.