:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5177233/original/091238600_1743155603-IMG_0150.jpeg)
Informasi Awal
- PengertianVarian Omicron, juga dikenal sebagai garis keturunan B.1.1.529, adalah sebuah varian SARS-CoV-2, sebuah koronavirus yang menyebabkan COVID-19. WHO menyatakannya sebagai varian yang diwaspadai dan menamakannya dari kata Yunani Omicron.
Gempa Thailand
Berita Terkini
Lihat SemuaCatat, Link Download Twibbon Hari Raya Idul Fitri 2025 Gratis
Telah dibaca 0 kali6 Gaya Hijab Stylish Syahnaz Sadiqah yang Kini Jadi Istri Pejabat
Telah dibaca 0 kali7 Perceraian Tragis Liverpool dan Pemain Bintang: Terbaru Trent Alexander-Arnold
Telah dibaca 14 kaliBRI Liga 1 Segera Main Lagi, Bintang Persebaya Jaga Makan saat Mudik Lebaran
Telah dibaca 28 kaliDeretan Upacara Adat dalam Perayaan Nyepi di Bali
Telah dibaca 21 kaliPosko THR Kemnaker Terima 1.604 Aduan, 127 Belum Direspons
Telah dibaca 21 kaliDaya Beli Lesu Jelang Lebaran, Apa Penyebab dan Bagaimana Jalan Keluarnya?
Telah dibaca 21 kaliResep Kacang Bawang Renyah Tahan Lama untuk Lebaran
Telah dibaca 0 kaliKecepatan Pemain Jepang Takuma Asano Cocok untuk Klub LaLiga Real Mallorca
Telah dibaca 42 kali
Varian Omicron
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan varian B.1.1.529 atau Omicron menjadi varian dalam perhatian atau variant of concern (VOC), pada 26 November 2021.
Pada 28 November, WHO menerangkan ringkasan perkembangan terbaru tentang varian tersebut. Menurut keterangan tertulis, para peneliti di Afrika Selatan dan di seluruh, dunia sedang melakukan penelitian untuk lebih memahami banyak aspek COVID-19 Omicron dan akan terus membagikan temuan penelitian ini saat tersedia.
Jumlah orang yang dites positif telah meningkat di wilayah Afrika Selatan yang terkena varian ini, tetapi studi epidemiologi sedang dilakukan untuk memahami apakah itu karena Omicron atau faktor lainnya.
Dari tingkat keparahan penyakit, belum jelas pula apakah infeksi Omicron menyebabkan penyakit yang lebih parah dibandingkan infeksi dengan varian lain, termasuk COVID-19 Delta. Data awal menunjukkan bahwa ada peningkatan tingkat rawat inap di Afrika Selatan, tetapi ini dapat disebabkan meningkatnya jumlah keseluruhan orang yang terinfeksi, bukan akibat infeksi spesifik dengan Omicron.
Saat ini tidak ada informasi yang menunjukkan bahwa gejala yang terkait dengan Omicron berbeda dari varian lainnya. Infeksi awal yang dilaporkan terjadi di kalangan mahasiswa atau individu yang lebih muda yang cenderung memiliki penyakit yang lebih ringan.
Semua varian COVID-19, termasuk varian Delta yang dominan di seluruh dunia, dapat menyebabkan penyakit parah atau kematian, khususnya bagi orang-orang yang paling rentan, sehingga pencegahan selalu menjadi kunci.
Bukti Awal
Bukti awal menunjukkan bahwa kemungkinan ada peningkatan risiko infeksi ulang dengan COVID-19 Omicron. Artinya, orang yang sebelumnya memiliki COVID-19 dapat terinfeksi ulang dengan lebih mudah dengan Omicron, dibandingkan dengan VOC lainnya, tetapi informasinya terbatas.
Dari sisi efektivitas vaksin, WHO bekerja sama dengan mitra teknis untuk memahami dampak potensial dari varian ini pada tindakan pencegahan yang ada, termasuk vaksinasi.
Vaksin tetap penting untuk mengurangi penyakit parah dan kematian, termasuk melawan varian dominan yang beredar yakni Delta. Vaksin saat ini tetap efektif melawan penyakit parah dan kematian.
Varian Delta vs Omicron
Para ilmuwan akan mengamati dengan cermat apakah kasus-kasus yang disebabkan oleh COVID-19 Omicron, yang dilaporkan di database publik mulai menggantikan kasus-kasus yang disebabkan oleh Delta. Itu bisa memakan waktu tiga hingga enam minggu, tergantung seberapa cepat varian bergerak, kata para ahli.
Informasi lain harus datang lebih cepat. Dalam dua minggu, "kita akan mendapatkan penanganan yang lebih baik pada tingkat keparahan penyakit," kata Dr Peter Hotez, ahli vaksin dan profesor virologi molekuler dan mikrobiologi di Baylor College of Medicine.
Dalam kerangka waktu yang sama, para peneliti mengatakan mereka mengharapkan jawaban awal tentang apakah Omicron dapat menghindari perlindungan dari vaksin. Data awal akan datang dari tes laboratorium sampel darah dari orang yang divaksinasi atau hewan laboratorium, menganalisis antibodi dalam sampel setelah terpapar varian baru COVID-19.