:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2222766/original/032677400_1526969543-Ray_Sahetapy__4_.jpg)
Informasi Umum
- PengertianPerombakan kabinet adalah suatu peristiwa di mana kepala pemerintahan memutar atau mengganti komposisi menteri dalam kabinetnya. Biasanya perombakan kabinet dilakukan dengan memindahkan seorang menteri dari satu posisi ke posisi yang lain.
Ray Sahetapy
Berita Terkini
Lihat SemuaGempa Hari Ini Kamis 3 April 2025: Menggetarkan Dua Wilayah Indonesia
Telah dibaca 0 kaliArti Urgent, Memahami Makna dan Pentingnya dalam Kehidupan Sehari-hari
Telah dibaca 0 kaliArti Leave, Memahami Makna dan Penggunaan dalam Bahasa Inggris
Telah dibaca 0 kaliPuncak Arus Balik Lebaran di Jabar Diprediksi Terjadi 4-6 April 2025
Telah dibaca 0 kaliJelang Arus Balik Lebaran 2025, KAI Daop 9 Jember Siagakan Pos Kesehatan
Telah dibaca 0 kaliArti Bacaan Sholat 5 Waktu Lengkap: Muslim Juga Wajib Tahu Hukumnya
Telah dibaca 0 kaliStrategi Indonesia Hadapi Kebijakan Tarif Resiprokal Amerika Serikat
Telah dibaca 0 kali
Reshuffle biasanya digunakan untuk menjelaskan pergantian kabinet dalam pemerintahan. Namun, reshuffle juga bisa digunakan untuk penyusunan kembali setumpuk kartu.
Reshuffle kabinet adalah perombakan pos pejabat seperti para menteri. Pergantian para menteri ini bisa bersifat kecil-kecilan atau besar-besaran.
Tujuan Reshuffle Kabinet
1. Penyegaran dalam kabinet
Reshuffle betujuan untuk penyegaran dalam kabinet, biasanya sosok baru dan muda bakal dijadikan menteri, dan biasanya reshuffle seperti ini dilakukan oleh pemerintahan yang kurang populer.
2. Pergantian kebijakan
Jika kebijakan atau prioritas pemerintah berubah, biasanya reshuffle para menteri bakal dilakukan, untuk mengikuti perubahan tersebut.
3. Manajemen partai dan kabinet
Biasanya seorang presiden ataupun pemimpin bisa memberikan reward, membangun aliansi, dengan memberikan fraksi dalam partai menjadi menteri atau pejabat dalam pemerintahan.
4. Kinerja
Mengevaluasi kinerja menteri dalam pemerintahan adalah tujuan dari reshuffle kabinet. Menteri yang memiliki prestasi baik, bakal mendapat tanggung jawab yang besar.
5. Kejadian di luar kendali
Pemimpin bisa melakukan reshuffle kabinet jika ada situasi yang tidak bisa dikendalikan pemerintah, seperti menteri tiba-tiba sakit sehingga sang menteri tidak bisa bekerja, ataupun sang menteri meninggal dunia.