Sukses

Netbook untuk Siswa dari Dell

Dell Inc. mencoba menjangkau pasar lebih luas dengan menawarkan netbook yang ditujukan untuk para siswa. Langkah ini adalah antisipasi ketika konsumen yang lebih berumur dan kalangan pebisnis memotong anggaran belanja teknologi mereka.

Liputan6.com, Seattle: Dell Inc. mencoba menjangkau pasar lebih luas dengan menawarkan netbook yang ditujukan untuk para siswa. Langkah ini adalah antisipasi ketika konsumen yang lebih berumur dan kalangan pebisnis memotong anggaran belanja teknologi mereka. Tekad ini diwijudkan dengan merilis Lattitude 2100.

Latitude 2100 yang dirilis pekan silam merupakan perangkat yang lebih murah, ringan, dan hemat energi. 2100 memiliki ukuran layar 10 inci dengan keyboard yang sedikit lebih besar ketimbang kebanyakan netbook. Produk ini  ditujukan untuk anak taman kanak-kanak sampai kelas sekolah menengah pertama.

Selain itu, Latitude 2100 dilengkapi dengan layar sentuh yang diklaim bermanfaat untuk tangan kecil si bocah keyboard anti-mikroba karena tangan anak-anak sering kotor. Web camera ditambahkan pula. Lalu, sistem operasi yang digunakan bisa dari  Microsft (XP atau Vista) atau Linux (Ubuntu).

Dell melempar produk ini dengan harga 369 dolar AS, yang mungkin agak di luar jangkauan kebanyakan konsumen di negara berkembang. Jika menginginkan sejumlah fitur tambahan, konsumen harus merogoh 500 dolar AS. Tapi, "Tak perlu diperdebatkan lagi, teknologi memainkan peran penting untuk meningkatkan kualitas siswa," kata Michael Dell, CEO Dell.

Dell tak mengungkapkan jumlah uang yang diraup dari penjualan ke sekolah. Michael Dell hanya menyatakan, divisi publik
perusahaan ini menghasilkan 14 miliar dolar AS per tahun, atau sekitar 23 persen dari pendapatan Dell pada 2008. Menurut lembaga riset IDC, pengapalan komputer untuk sekolah dan universitas ke seluruh dunia mencapai 6 persen.

Di AS, ada keinginan untuk menerapkan rasio 1:1 antara jumlah komputer dan siswa di sekolah. Kini, rasionya masih 1:3. Para birokrat kampus justru menghendaki para mahasiswa membawa sendiri laptop ke kampus, alih-alih memanfaatkan komputer yang terdapat di laboratorium.(AP)
 

    EnamPlus